• Agustus 2009
    S S R K J S M
    « Jul   Sep »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  

>“BERTOBAT” Kis 2:37-40

BERTOBAT,

bukan sekedar berubah atau memperbaiki diri.

Kisah Rasul 2:37-40

I. “Apa yang harus kami perbuat?” (37) tanya peziarah itu. Petrus menjawab pertanyaan tersebut dengan menyingkapkan cara-cara memperoleh keselamatan. Inilah rahasia keselamatan yang diberitakan Petrus secara singkat dan jelas. Mari kita simak secara terperinci jawaban Petrus :

I.1. Bertobat.

Istilah ini begitu akrab ditelinga orang Kristen dan sering diucapkan tetapi makna utuh dari bertobat sering tidak dipahami sepenuhnya seperti pengertian Alkitabiah. Sebelum menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi kita adalah orang orang berdosa. Bila diperhadapkan dengan kebenaran Allah maka kita menyadari betapa tidak layaknya kita karena dosa-dosa kita yang begitu besar. Keadaan inilah yang  mendorong kita untuk bertobat.

Bertobat kata Ibrani Syuv berarti berputar berbalik kembali, berbalik dari dosa dan kembali kepada Allah. Bagi bangsa Isarel pertobatan berarti kembali kepada Allah setelah tersesat dan sesudah mendurhakainya. dpl bukan berubah agama tetapi meneguhkan kembali kepercayaan dan ketaatan pribadi kepada Allah. Pertobatan meliputi dukacita, penyesalan dan perubahan tingkah laku lahiriah. Pertobatan kepada Allah mencakup merendahkan diri batiniah, perubahan hati yang sungguh dan benar-benar merindukan Yahweh Yes 6:9

Yesus memulai pelayanannya dimuka umum dengan seruan bertobatlah dan diakhiri dengan ucapanNya sebelum naik ke sorga;  pertobatan dan pengampunan dosa harus diberitakan kepada segala bangsa Luk 24:47 dan lagi; dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Pertobatan mutlak perlu untuk pengampunan dosa dan beroleh hidup yang kekal, iman tanpa pertobatan bukanlah iman yang membawa keselamatan.

Mana yang lebih dulu pertobatan atau iman ?

Iman terarah kepada Kristus untuk memperoleh keselamatan dari dosa, kekudusan, kehidupan dan mencakup perihal membenci dosa dan meninggalkannya disebut pertobatan, yakni berbalik dari dosa kepada Allah termasuk menerima anugrah Allah dalam Kristus dengan Iman.

Pertobatan mencakup 3 aspek :

a.  Menyadari bahwa diri sendiri sebagai orang berdosa

Pertobatan yang sejati pasti diawali dengan kesadaran diri sebagai orang berdosa. Saat kita bertobat kita sadar bahwa kita sarat dengan dosa. Kesadaran berdosa ini bukan hanya perasaan berdosa melainkan kesadaran intelek yang mengetahui persis dan pasti bahwa kita telah melakukan perbuatan-perbuatan berdosa.

b. Menyesali segala perbuatan dosa.

Pertobatan yang sejati ialah adanya sikap penyesalan yang sepenuh hati atas segala perbuatan dosa yang pernah kita lakukan. Semestinya bila seseorang menyadari dosa-dosanya dihadapan Tuhan dengan sendirinya menggoncangkan lubuk hatinya yang paling dalam dan menyesal sedalam dalamnya atas segala dosanya karena kesadaran akan upah dosa adalah maut.

c. Tidak mengulangi perbuatan dosa.

Mengambil keputusan untuk tidak terjerumus kedalam perbuatan perbuatan dosa lagi. Pertobatan sejati mengandung ketiga unsur tadi, itulah pertobatan sejati yang dimaksudkan oleh Petrus.

I.2. Dibaptis, memberi diri dibaptis kedalam nama Yesus Kristus.

Hal kedua yang disarankan Petrus untuk dilakukan peziarah itu adalah memberi diri dibaptis kedalam nama Yesus Kristus. Perlu diperhatikan disini bahwa formulasi baptisan yang tepat sesuai dengan tata bahasa Alkitab adalah kedalam nama Allah Tritunggal seperti dimaksudkan dalam perintah pembaptisan yang ada dalam amanat agung Tuhan Yesus pada Mat 28:19

Mat 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.

Penjelasan baptisan adalah: Pada saat kita dibaptis didalam nama Yesus Kristus, saat itu diri kita dihisapkan masuk kedalam Yesus Kristus. itu berarti diri kita dipersatukan dengan Yesus Kristus didalam kematianNya dan KebangkitanNya. Yesus mengalami kematian karena dosa kita melalui cara penyaliban maka diri kita pun diperhitungkan mati bersama di kayu salib. Melalui baptisan orang percaya dipersatukan dengan Yesus didalam kematianNya sehingga orang percaya dibebaskan dari segala hukuman. Lebih jauh pengertian baptisan disini bukan hanya upacara ritual dalam jemaat saja. Sesungguhnya baptisan adalah pengakuan iman kepada Yesus secara tindakan yang dilakukan dihadapan umum (bukan hanya sekedar dalam hati atau pernyataan lisan saja) tetapi ungkapan secara nyata kesediaan menjadi pengikut Kristus dengan segenap hati.

Apa makna memberi diri dibaptis ? Dapat dikatakan bahwa dengan memberi dibaptis kedalam nama Yesus Kristus sedikitnya mengandung 2 pengertian yaitu :

  1. Mengaku Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi.
  2. Menyerahkan dosa kepada Yesus.

Pada akhir ayat 40 Petrus berkata : “Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini. “Perkataan ini merupakan rangkuman daripada apa yang sudah dijelaskan didepan sekalian himbauan untuk berserah diri kepada Yesus.

II. Hasil.

Apa hasilnya jika saya bertobat dan dibaptis?

Jika dilakukan 3 saran Petrus diatas yaitu : bertobat, menerima Yesus dan menyerahkan dosa kepada Yesus maka kepada mereka yang melakukannya berlaku :

  1. Menerima pengampunan dosa (38 b)
  2. Keselamatan (40 b)
  3. Menerima Karunia Roh Kudus (38 c)

Kita menerima Roh Kudus didalam hati kita menjadi materai bagi kita dan menjamin kepastian hidup kekal disurga.

III. Bukti.

Apa buktinya Roh Kudus telah diam didalam hati kita ?

Ada dua jalur pembuktiannya yaitu :

1. Jika seorang dapat dengan tulus hati mengaku Yesus adalah Tuhan dan Juruselamatnya, maka berarti Roh Kudus  telah diam didalam hati orang tersebut.

Menurut Kor 12:3b …….. tidak ada seorang pun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus.

Mustahil orang yang punya kepercayaan lain mengaku Yesus adalah Tuhan oleh karena itu mustahil juga dihati mereka berdiam Roh Kudus. Mereka pasti tidak berani mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan.

2.  Jika seorang mengaku dengan tulus mengaku Allah adalah Bapanya itu berarti Roh Kudus telah diam dalam hatinya.

Menurut,

Rm 8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”

8:16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Bertobat bukan sekedar berubah atau memberbaiki diri tapi lebih jauh dari itu merupakan kepastian menerima anugerah sebagai anak-anak Allah serta jaminan hidup kekal.

Kesimpulan kita akhirnya setelah kita melakukan pertobatan dan baptisan sejati maka kita akan mendapat :

  1. Kita menerima pengampunan dosa
  2. Kita menerima Roh Kudus
  3. Kita memiliki jaminan kepastian akan hidup yang kekal.

Roh kuduslah menjadi materai yang kokoh sampai kita mendapatkan secara sempurna bagian kita di surga nanti.

Amin.

Ysm/27/10/04

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: