• Februari 2009
    S S R K J S M
    « Des   Mei »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    232425262728  

>”PERCAYA DULU MENGERTI KEMUDIAN” Mat 16:1-4

Percaya lalu mengerti

Credo ut intelligam

(Believe than understand)

Mat 16:1-4

Khotbah

Credo ut intelligum, (pronunciation: \krā-dō-ut-in-te-lē-gäm\), prasa dalam bahasa Latin yang mengajarkan pada kita satu hal, yakni believe than understand. Orang harus percaya dulu baru mengerti. Apakah ini tidak terbalik? Biasanya kita percaya kalau kita sudah melihat atau mengalami sesuatu hal terlebih dahulu. Tetapi kalau kita dalami sungguh sungguh makna dari Matius 16:1-4 bacaan kita tadi memang demikian yakni “orang harus percaya mutlak pada Firman Allah”. Sebagai Kristen sejati, kita harus taat mutlak pada Allah Sang Pencipta. Ketaatan mutlak berarti kita harus kembali pada kebenaran sejati dan apapun alasannya suka tidak suka tetap harus taat. Iman kepercayaan pada Kristus itulah dasar dan pondasi yang menentukan seluruh cara berpikir kita. Dengan demikian baru bisa kita dapat mengerti apa kehendak Bapa di Surga.

Hal ini sangat dipahami oleh Bapa Gereja seperti Agustinus dan ditajamkan oleh Anselmus lalu ditegaskan kembali oleh Calvin. “Hanya dengan kembali kepada Allah dan kebenaran-Nya sajalah kita dapat memahami tentang kebenaran sejati” lalu “semua akan ditambahkan kepadamu”.

Agustinus menegaskan bahwa “iman” adalah “tuan” yang utama dan “rasio” seperti “pembantu“. Pernyataan yang tajam diungkapkan oleh Anselmus, “credo ut intelligum”, “I believe than I understand”. Percaya itu menjadi kunci utama maka seluruh kepercayaan itu akan membangun seluruh pengertian yang sejati.

Orang Farisi yang dalam banyak hal sebetulnya banyak bertentangan dengan orang Saduki bersekongkol bersama untuk menjegal Yesus malah mencari pembenaran untuk bisa menghukum mati Yesus.

Kenapa mereka tidak bisa menerima Tuhan Yesus?

Pada masa itu bangsa Yahudi terdiri dari kelompok kelompok:

Kelompok Orang Farisi:

  • Melaksanakan tradisi lama dan melakukannya secara rinci dan cermat
  • Percaya malaikat dan kebangkitan orang mati
  • Tidak berpartai politik karena mereka ingin pemerintahan theokratis
  • Menunggu kedatangan Mesias malah sampai saat ini
  • Bersikap lebih suci dari orang lain serta taat upacara keagamaan dari pada kasih dan belas kasihan.
  • Diantara orang Farisi ini merupakan ahli hukum Taurat dan menafsirkannya dan selanjutnya tafsiran itu diperlakukan setara dengan kitab Suci.

Kelompok Orang Saduki:

  • Menolak tradisi dan tidak setuju dengan aturan yang dibuat ahli Taurat
  • Tidak percaya ada kebangkitan
  • Tidak menunggu Mesias
  • Mereka bebas bergaul dengan bangsa lain seperti Yunani dan Romawi

Kelompok Orang Herodian dan orang kebanyakan, pemungut pajak dan orang yang terbuang :

Herodian dari nama Herodes murni bergerak di politik, tidak berurusan dengan agama bahkan cenderung anti agama, mereka hanya peduli kekuasaan.

Kenapa mereka membenci Yesus karena ajaran Yesus bertentangan dengan keinginan mereka, bagi orang Farisi, Tuhan Yesus dianggap terlalu liberal karena melanggar semua peraturan atau adat istiadat yang telah ditetapkan dan bagi orang Saduki, Tuhan Yesus dianggap terlalu religius karena Ia percaya akan kebangkitan orang mati.

Tetapi bagaimana biasanya manusia mempercayai sesuatu hal?

Biasanya sesuatu hal dianggap benar bila :

Rasional

Segala sesutu dianggap benar kalau sesuai dengan logika. Tetapi bila ditanya seberapa besarkah rasio yang dimiliki manusia? Lalu apakah yang rasional menurut manusia adalah pasti benar? Sudah pasti tidak, karena ada hal yang suprarasional. Rasio hanyalah suatu sarana untuk melihat kebenaran. Rasio lebih rendah dan lebih kecil dari kebenaran itu sendiri oleh karena itu rasio tidak berhak menentukan kebenaran. Orang yang tidak seiman dengan kita pasti sangat sulit menerima Yesus yang adalah Tuhan dapat menderita dan dapat dibunuh dan dapat bangkit. Secara logika tidak mungkin katanya, apalagi darahNya itu dapat menebus dosa dunia, tidak masuk logika katanya. Dunia sangat terjebak dengan konsep rasionalitas ini akibatnya dunia sangat sulit menerima hal tentang kebangkitan Tuhan Yesus.

Dialami sendiri.

Sesuatu hal yang pernah kita alami merupakan kebenaran didalam diri kita. Pertanyaannya sekarang adalah apakah pengalaman seorang itu sama dengan pengalaman orang lain? Tentu tidak bukan, lalu bagaimana bisa pengalaman seorang menentukan kebenaran.yang universal. Pengalaman siapakah yang berhak menentukan kebenaran? Dan kita tidak perlu mengalami hal negative baru mempercayainya. Tidak perlu mencoba narkoba dulu untuk memastikan pengaruh buruknya. Dapat kita katakan bahwa pengalaman hanyalah merupakan salah satu sarana untuk mengetahui kebenaran. Adapun faktor lain tidak kita bicarakan disini.

Bagaimana menentukan kebenaran itu?

Mereka meminta tanda yang menyatakan bahwa benar Ia adalah Mesias. Istilah tanda, hari ini banyak digunakan oleh orang Kristen tertentu dalam hal apapun selalu meminta tanda dari Tuhan. Christianity not build by experience.

Sesungguhnya, Tuhan Yesus telah memberikan banyak tanda mulai dari kelahiran-Nya, ketika Ia dibaptis, khotbah di atas bukit, orang buta dicelikkan, orang lumpuh berjalan,  memberi makan kepada lima ribu orang, berjalan di atas air, menyembuhkan banyak orang yang buta yang tuli yang bisu dan masih banyak lagi tanda yang semuanya sangat jelas.

Tetapi mereka tidak pernah melihat semua tanda itu sebab mereka menetapkan diri sebagai subyek penentu kebenaran.

Seorang rasionalis yang percaya pada rasio maka ia akan mendapatkan semua pengertian yang berbasiskan rasionalis. Untuk hal-hal yang sifatnya irasional maka selamanya, ia tidak akan pernah mengerti. Maka percuma semua tanda kalau orang tidak mau percaya, sebanyak apapun tanda tidak akan membuat mereka percaya. Orang hanya mau tanda yang cocok dengan pemikirannya.

Manusia ingin menjadi tuan atas kebenaran. Inilah kegagalan iman di titik pertama. Jelaslah, kalau orang sudah tidak mau percaya terlebih dahulu maka ia tidak akan pernah mengerti kebenaran sejati selama hidupnya.

Bagaimana reaksi Tuhan Yesus terhadap mereka?

Tetapi sungguh diluar dugaan kebiasaan kita dan sangat mencengangkan saya adalah Yesus menjelaskan sedikit lalu pergi.

Begini jawab Yesus: “Pada petang hari karena langit merah, kamu berkata: Hari akan cerah, dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata: Hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak. Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.” Lalu Yesus meninggalkan mereka dan pergi.

Apa gerangan yang dimaksud Tuhan Yesus?

Yesus mengatakan bahwa mereka tidak ingin mempercayai bahwa Ia adalah Mesias, sekalipun hal tersebut sudah jelas dari apa yang Ia lakukan. Mereka menolak untuk mempercayai bukti-bukti yang mereka lihat.

Apakah tanda nabi Yunus itu?

Mungkin yang dimaksud Tuhan Yesus tanda nabi Yunus adalah :

1. Nabi Yunus masuk dalam perut ikan selama tiga hari tetapi ikan tidak dapat memakannya setelah tiga hari dimuntahkannya kembali sehingga nabi Yunus hidup kembali. Yang juga sama bagi Tuhan Yesus dia masuk dalam perut bumi dan pada hari ketiga bangkit kembali.Tanda nabi Yunus menjadi tanda unik, refleksi Kemesiasan Kristus – Kristus akan mati, disalib dan tiga hari, Ia akan tinggal dalam perut bumi dan bangkit pada hari ketiga. Inilah pertama kali, Kristus membuka misi Mesias. Mesias yang hadir berbeda dengan konsep Mesias yang dimengerti oleh orang Farisi. Dalam konsep bangsa Israel, Mesias yang hadir akan menjadi Raja, keturunan Daud yang bertahta dan menguasai Kerajaan sampai menguasai seluruh wilayah Salomo bahkan lebih daripada itu, yakni kerajaan itu haruslah sebesar Kerajaan Romawi Raya. Ternyata, Mesias yang hadir berbeda total dari konsep mereka; Mesias lahir di kandang, menderita sengsara dan hina, bermahkota duri, naik ke kayu salib, mati dan bangkit. Tuhan sedang membukakan suatu status yang sangat unik tentang kehadiran-Nya, Dia datang bukan untuk dilayani melainkan melayani dan menjadi tebusan bagi banyak orang. Inilah misi Mesianik.

2. Orang Niniwe tidak menyaksikan sendiri nabi Yunus ditelan dan dimuntahkan ikan tetapi firman Tuhan yang memberitakannya melalui nabi Yunus tetapi walaupun orang Niniwe tidak menyaksikan tetapi karena iman orang Niniwe maka mereka percaya saja  pada Firman itu.

Maksud Tuhan Yesus percayalah walaupun engkau tidak melihat.

Percaya itu menjadi kunci utama maka seluruh kepercayaan itu akan membangun seluruh pengertian yang sejati. Pengertian yang sejati hanya ada dalam Firman Tuhan saja. Iman menentukan semua hal.

Apa yang terjadi dalam kehidupan orang percaya saat ini?

Didalam kekristenan kita saat ini juga bisa terjebak didalam hal-hal ekstrim akan menerima mujizat sehingga kita merasa jika yang kita saksikan itu masih dapat diterima akal ilmu pengetahuan, masih sesuai dengan pengalaman kita tidak merasakan itu kuasa Allah tapi kita rasa itu wajar dan biasa saja. Jika kesembuhan itu tidak mengherankan kita anggap tidak dari Tuhan, dan jika kesembuhan itu mengherankan baru itu mujizat Tuhan.

Rekaman Kehidupan saat ini.

Ponari saat ini, sebuah nama yang tiba-tiba saja mempunyai magnet yang luar biasa.   Dukun Cilik Ajaib dari Jombang umur 10 tahun, ribuan orang antri di depan rumah untuk mencari kesembuhan yang konon mempunyai kekuatan supranatural yang konon sanggup menyembuhkan pelbagai macam penyakit dengan batu petirnya

Sampai-sampai antrian di depan dan sekitar rumah itu telah menelan korban empat orang meninggal. Pernah praktek perdukunannya dihentikan aparat. Akibatnya, orang-orang yang sudah antri berhari-hari itu seperti kehilangan harapan, dan tidak bisa berpikir lagi.  Kalau tidak bisa bertemu Ponari, mereka meminum air bekas mandinya.  Bahkan, sumur tetangga Ponari pun diambil airnya untuk diminum dengan harapan menjadi sembuh.  Orang-orang lain bahkan mengambil tanah liat di sekitar rumah Ponari dan mencelupkan ke air dan kemudian meminumnya.  Bahkan, ada pula yang tega mengambil serpihan gedeg (anyaman bambu) untuk kemudian dicelupkan ke air dan meminumnya dengan harapan untuk sembuh.

Masyarakat kita memang menyukai hal-hal yang supranatural.  Bahkan kesukaan itu seringkali sampai pada suatu titik yang absurd, alias bertentangan dengan akal sehat.  Bayangkan orang-orang yang meminum air bekas mandi, air campuran tanah liat, air rendaman gedeg (anyaman bambu) dengan harapan supaya sembuh.  Lho, bukannya sembuh, malah berisiko sekali untuk mengalami sakit perut?  Hal-hal yang supranatural memang mempunyai daya pikatnya sendiri, tetapi juga sekaligus sanggup menggelincirkan masyarakat ke arah yang bertentangan dengan akal sehat dan melanggar Firman Tuhan.

Dalam Kekristenan, hal yang sama juga terjadi.  Kehausan akan hal-hal yang bersifat supranatural seringkali membawa orang tergelincir pada arah yang bertentangan dengan akal sehat dan bertentangan dengan kehendak Tuhan. Begitu haus akan kesembuhan yang supranatural, sampai menolak untuk menjalani perawatan medis.

Seorang pendeta muda penginjil ke India meninggal dunia karena tidak dioperasi penyakit usus buntunya dimana teman-teman sepelayanannya menganjurkan untuk didoakan saja.

Mereka yang mencintai hal-hal yang supranatural bukan hanya seringkali tergelincir ke arah yang bertentangan dengan akal sehat, tetapi juga seringkali mempunyai pandangan yang sempit tentang kuasa Tuhan.  Lho bukannya yang percaya pada supranatural itu justru yang berpandangan luas tentang kuasa Tuhan?  Belum tentu.  Bahkan seringkali justru mereka memiliki pandangan yang sempit tentang kuasa Tuhan.

Seolah-olah Tuhan hanya bekerja dan hanya bisa bekerja melalui yang supranatural.Dan seolah-olah yang supranatural itu pasti berasal dari Tuhan.  Tidak.  Tidak setiap kuasa supranatural itu berasal dari Tuhan.  Dan tidak setiap kuasa Tuhan mesti ditunjukkan dengan cara yang supranatural.

Padahal jika kita betul-betul menghayati kuasa Tuhan, kita akan percaya bahwa Ia sanggup bekerja dengan segala cara.Kita percaya Allah masih bisa menyembuhkan secara supranatural, tetapi ia juga bisa menyembuhkan melalui pengobatan medis.  Bukankah pengobatan medis adalah upaya pemberdayaan akal budi titipan Tuhan?

Kita percaya bahwa Allah masih bisa menyampaikan kehendak-Nya secara supranatural melalui mimpi atau nubuatan, tetapi itu bukan satu-satunya cara-Nya berbicara.  Allah bisa berbicara melalui Alkitab, firman Tuhan.  Allah juga bisa memakai nasihat orang lain untuk menyampaikan kehendak-Nya.Ketika kita percaya pada kuasa Tuhan, tidak seharusnya kepercayaan itu justru membatasi cara-Nya bekerja di tengah hidup kita.  Ia adalah Tuhan yang melakukan hal-hal supranatural, Ia juga adalah Tuhan yang bekerja secara natural.  Ia adalah Tuhan yang bekerja dengan cara spektakuler, tetapi Ia juga adalah Tuhan yang bekerja dengan cara yang biasa-biasa saja.

Augustinus, seorang bapa gereja, pernah bertutur:
“Kita sering tak peduli pada mujizat yang lamban ketika tetesan-tetesan air anggur dipemerasan ladang aggur berubah menjadi anggur. Hanya ketika Kristus mengubah air menjadi anggur, lewat sebuah tindakan cepat, yang membuat kita terpesona.”

Marilah kita menjadi Kristen yang sejati,

Credo ut intelligam

(Believe than understand)

Percaya dan semua akan ditambahkan kepadamu. Amin.

Isai Mila

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: