• Desember 2016
    S S R K J S M
    « Sep    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  

>Benarkah Orang Kristen itu sudah berada di “Terang”? Mzm 118:27

Benarkah Orang Kristen itu sudah berada di “Terang”?

Mazmur 118: 27

KHOTBAH

I. Apakah yang dimaksud dengan “Terang”?

I.1. “Terang” menurut R.A.Kartini.

Kartini didalam kumpulan suratnya ; “DOOR DUISTERNIS TOOT LICHT”, yang diterjemahkan oleh sastrawan Armijn Pane ialah : “Habis Gelap Terbitlah Terang”.  Sedangkan Prof. Dr. Haryati Soebadio, yang adalah cucu R.A. Kartini mengartikannya sebagai “Dari Gelap Menuju Cahaya”. Kartini menemukaan kata-kata yang amat menyentuh nuraninya ini dari ayat : Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya. Artinya ialah “Orang-orang yang beriman dibimbing Allah dari gelap menuju cahaya “. Kartini amat terkesan dengan ayat ini, karena ia merasakan sendiri proses perubahan dirinya, dari pemikiran jahiliyah kepada pemikiran terbimbing oleh Nuur Ilahi. Seorang pejuang seperti Kartini berjuang dari kegelapan menuju terang, tetapi didalam hidupnya apakah dia sudah merasakan terang itu sendiri? Apakah dia sudah berada didalam terang itu?

I.2. Terang menurut Paulus

Paulus didalam II Kor 4:6 : Sebab Allah yang telah berfirman: “Dari dalam gelap akan terbit terang!”, Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.
Jelas Paulus: Dia sendirilah yang membuat terang itu berada dalam hati kita.

I.3. Terang menurut Mazmur yang jadi bacaan kita tadi :
pada ayat 27a : TUHANlah Allah, Dia menerangi kita. Adalah merupakan pengakuan pemazmur. Kita sudah ada didalam terang itu.

I.4. Terang menurut Yesus:
 Yesus berfirman didalam Yoh 8:12 :Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.
“Kita mempunyai terang hidup?”.  Kapan ?  Jawabnya, sejak kita mengikut Yesus !
Kita mengikut Yesus dan sudah merasa dan berada didalam terang itu. Tandanya apa? Tandanya jika kita sudah memancarkan terang Nya itu didalam kehidupan kita.
Apa artinya ”Memancarkan terang Kristus” artinya adalah ”mempermuliakan Allah dalam hidup kita”.
Mempermulikan Allah bukan berarti kita yang menjadikan Allah mulia. Allah memang sudah mulia, Ia sudah mulia sejak dari kekekalan dan tidak ada satu pun mahluk ciptaanNya yang dapat menjadikanNya lebih mulia.
Yang dimaksud dengan mempermuliakan Allah adalah memancarkan kemuliaan Allah, memancarkan terang Allah, seperti terang matahari dapat kita pancarkan apabila kita keluar dari ruangan gelap ataupun nuansa kegelapan, keluar membawa cermin dan memantulkan cahaya terang itu ke ruang yang masih gelap.
Inilah tujuan hidup yang Allah ingin kita lakukan.
Alkitab tidak menjelaskan secara terperinci buat masing-masing pribadi, bagaimana mempermuliakan Allah, Dia memberikan kebebasan bagi kita untuk berimprovisasi memuliakan Allah dalam kehidupan kita. Alkitab membebaskan kita dalam memuliakan Allah secara medetail, yang penting seluruh hidup kita hanya untuk kemuliaan Allah, karena kita sudah ditebus, dan tugas kita adalah pancarkanlah terang itu bagi yang lain yang masih berada didalam kegelapan.

II. Bagaimana kita mendapat terang itu?

II.1.Kita beroleh terang itu hanya karena  penebusan Allah sendiri ?
Kalau didalam text ayat 27 b tadi : Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali, pada tanduk- tanduk mezbah.
Di zaman Paulus, pengorbanan selalu berarti pembunuhan. Di dalam praktek-praktek agama Yahudi, korban dibawa kehadapan imam, dosa dari orang yang membawa persembahan tersebut diakui atas korban dan dengan demikian secara simbolik memindahkan dosa-dosanya kepada korban yang dipersembahkan tersebut. Kemudian korban tersebut dibunuh. Ini merupakan gambaran yang hidup yang mengingatkan kepada setiap orang bahwa “Upah Dosa adalah Maut”  dan bahwa keselamatan para pendosa digantikan secara substitusi.
Di dalam gambaran pengorbanan tersebut, korban yang dipersembahkan mati menggantikan tempat manusia yang mempersembahkannya. Korban tersebut harus mati agar orang tersebut tidak mati-mati.

II.2. Hanya iman Kristiani yang menawarkan penebusan.
Banyak cara orang lain untuk memperoleh keselamatan,  ada yang mengumpulkan amal, kebajikan, kebaikan, pahala, ada yang berusaha hidup suci, ada menyiksa diri, tapa dan lainnya usaha manusia untuk mendapatkan keselamatan atau masuk sorga atau nirwana.
Tetapi inti kepercayaan orang Kristen adalah: ”Yesus Kristus adalah Juruslamat mati diatas kayu salib untuk menebus dosa manusia”. Hanya orang Kristen yang melalui karya penebusan.

Paulus mengatakan bahwa persembahan yang kita persembahkan bukan persembahan yang mati tetapi persembahan yang hidup. Sehingga sebagai hasilnya kita mempersembahkan hidup kita kepada Allah, dan “tidak lagi hidup untuk diri sendiri tetapi untuk Dia, yang telah mati untuk kita dan telah dibangkitkan kembali”
Bagaiman kita bisa memahami ini ?
Benar Yesus mati di kayu salib itu fakta sejarah tetapi bagaimana mungkin seluruh umat manusia ditebus diampuni diselamatkan dari dosa dosanya? Bagaimana kita bisa memahaminya ini?
Yang mau dinyatakan Paulus adalah :
Kasih Allah yang dinyatakan oleh kematian Kristus itu tidak bergantung kepada pertobatan kita artinya kita bertobat atau tidak Allah didalam Kristus tetap mengasihi kita. Ini tidak masuk akal yang lazim adalah hukum take and give, artinya saya garuk punggung anda maka anda menggaruk punggung saya. Apa yang dilakukan oleh Allah: Kristus mati untuk kita ketika kita masih berdosa, ini tidak mungkin kita pahami kalau kita memakai logika otak.

Penebusan hanya bisa dipahami kalau memakai logika cinta.
Bayangkan kalau saya  mencintai seseorang dengan luar biasa tetapi cinta saya itu ditolak malah dia tambah dengan banyak menyakiti hati saya ? Bagaimana reaksi saya.
Kemungkinan pertama :
Saya berhenti mencintai dia dan mengambil keputusan dia bukan orang yang pantas menerima cinta saya.
Kemungkinan kedua :
Karena cinta saya yang luar biasa kepadanya saya tetap mencintainya walaupun saya mungkin menderita sekali dibuatnya. (Itulah cinta Allah kepada saya dan saudara)
Sekarang bagaimana dengan cinta seorang ibu kepada anaknya:
Seorang ibu sudah memaafkan anaknya walaupun anak itu sendiri belum menyadari kesalahan dan meminta maaf kepada ibunya.  Tidak masuk akal tetapi bagi seorang ibu bisa memahaminya bukan. Allah tetap mengasihi kita, tidak peduli apakah kita mengasihi dia atau tidak dia sudah menebus dosa kita. Jadi apakah kita perlu bertobat atau tidak ? Disatu pihak kita memang tidak perlu bertobat kalau pertobatan kita itu untuk memperoleh kasih Allah sebab kita bertobat atau tidak kita tetap dikasihi Allah. Tetapi kalau kita benar mengalami kasih Allah dalam hidup kita, kalau kita merasa penebusan dan penyelamatan Allah betul betul nyata, secara otomatis kita harus bertobat, Allah memang sudah mencintai kita tetapi kita tidak merasakan cintanya sama seperti anak yang durhaka tadi tanpa minta maaf kepada ibunya yang memang sudah memaafkanya. Tetapi anak itu akan merasakan cinta ibunya kalau dia bersedia memperbaiki hubungan dengan ibunya. Untuk lebih mengesankan tentang logika cinta yang mengakibatkan adanya penebusan tadi mari kita ikuti ilustrasi berikut:

ILUSTRASI CINTA SEJATI
Seorang istri suatu kali setelah membaca satu majalah wanita datang kepada suaminya dan sambil menyodorkan majalah itu katanya: ” Pa …, aku baru membaca sebuah artikel di majalah ini tentang  “Bagaimana memperkuat tali pernikahan” katanya..
“Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia …”
Suaminya mengangguk angguk saja dan istrinya berjanji tidak akan tersinggung ketika suaminya juga mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama. Malam itu istrinya sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.
Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya. “Aku akan mulai duluan ya”, kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman …. Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak ia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir
“Maaf, apakah aku harus berhenti?” tanyanya. “Oh tidak, lanjutkan …” jawab suaminya. Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis di atas meja dan berkata dengan bahagia. “Sekarang gantian ya, papa yang membaca”.
Dengan suara perlahan suaminya berkata “Aku tidak mencatat sesuatu apapun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satu pun dari pribadimu yang kudapatkan kurang ….aku hanya bisa menghitung kebaikan yang yang engkau buat.
Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya … Istrinya menunduk dan menangis…..
Kristus sebagai suami, jemaat sebagai istri
Dalam hidup ini, banyak sekali kita merasa dikecewakan, depresi, dan sakit hati, kita menghitung kekecewaan kita tetapi tidak menghitung kebaikan Allah bagi kita. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan, dan pengharapan.
Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan, dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita? Saya percaya kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk.
Kristus mengasihi kita seperti suami mengasihi istri tidak mencatat keburukan kejelekan istrinya. Yesus sudah menebus dosa kita tidak menghitung-hitung dosa kita, pemazmur menyaksikan yang pertama: TUHANlah Allah, Dia menerangi kita, tugas kita memuliakan Allah dalam hidup kita dengan memancarkan kembali terang  Kristus dalam hidup kita, yaitu Kasih

Pemazmur menyaksikan yang kedua: “Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali, pada tanduk- tanduk mezbah“. Artinya bersyukurlah karena Yesus sudah dikorbankan untuk menebus  kita.Sukacita meliputi hidup kita, karena dosa kita sudah lunas ditebus, jangan menghitung kekurangan yang kita terima, tetapi hitung kebaikan Nya didalam hidup kita, sehingga kita selalu dapat bersyukur. Persembahkan juga dirimu bagi orang lain.
Jadi kita bukan dalam perjalanan menuju terang itu tetapi kita sudah berada dalam terang dalam rupa cahaya wajah Kristus, sekarang mari kita pergi keluar bawalah cermin dan pantulkan terang itu kepada kegelapan yang ada disekitar kita.
Ysm/08/04/08

>“PEDOMAN HIDUP” Mzm 107:23-32

Apa yang Menjadi Pedomanmu dalam Menjalani Hidup ini?

Mazmur 107: 23-32

Khotbah

1.  Realita Pengalaman Hidup:

Pengalaman orang dilaut lepas adakalanya tidak dapat diprediksi oleh pelaut kadang laut tenang langit biru angin sepoi sepoi sungguh indah, pengalaman baik, tetapi adakalanya langit mendung guntur menggelegar yang membuat hati kecut, pengalaman buruk, tetapi adakalanya badai mengganas menghempas gelap dan hujan dan tidak ada harapan lagi, pengalaman jelek.
Demikian pula kehidupan manusia, kalau ditanya masing masing kita maka kita dapat berkata hidup saya sungguh baik adanya, Allah selalu menyertai keluarga kami, kami tinggal mengikuti Dia, Dia yang merencanakan semuanya, kami tinggal mengikutiNya, itu adalah pengalaman baik, tetapi mungkin ada juga kita berkata kehidupan keluarga kami sungguh melelahkan suami saya tidak sama pendapat kami, apalagi anak anak tidak mau dengar saya, semaunya sendiri, itulah pengalaman buruk. Mungkin juga kita berkata, kehidupan kami tidak ada lagi harapan suami saya sudah jarang pulang anak anak pergaulannya sungguh tidak dapat lagi saya control, semuanya tidak sesuai lagi dengan kehidupan Kristiani … dst. Itu adalah pengalaman jelek.
Ada tiga pengalaman hidup yang berbeda-beda: baik, buruk, dan jelek. Untuk menyimpulkan kehidupan seperti ini saya mau mengambil suatu analogi sbb :
Ada tiga orang mahasiswa kedokteran yang sama-sama pintar mendapatkan bea siswa dari satu perusahaan besar, disamping biaya kuliah ditanggung juga uang saku untuk biaya hidup sehari-hari dan jumlahnya untuk ukuran mahasiswa cukup.

Kenyataan dalam perjalanan kehidupan mereka adalah begini:

  1. Seorang mahasiswa tersebut dengan beasiswanya itu dia dapat memanfaatkannya dengan baik, dia dapat belajar dengan sungguh sehingga dia mempunyai prestasi belajar yang baik dan mendapat beasiswa lanjutan untuk menyelesaikan kuliahnya sampai dengan selesai, sekarang dia sudah dapat membantu keluarganya dari hasilnya bekerja. Kehidupannya dapat dikatakan baik, kalau dibandingan sengan gambaran pemazmur tadi keadaan dilaut cuaca baik angin sepoi sepoi, semuanya indah.
  2. Salah seorang dari mereka, karena uang yang diterimanya cukup banyak maka dia sering diajak teman-temannya untuk ngumpu-ngumpul, dia sering mentraktir teman-temannya sehingga waktu untuk belajar kurang dan hasilnya tidak baik dan prestasinya tidak cukup untuk mendapatkan beasiswa selanjutnya dan dia DO. Kehidupannya dikatakan buruk, kalau dilaut cuaca hujan gelap dan petir menggelegar.
  3. Yang satu orang sangat mengenaskan, cita-citanya yang semula menjadi dokter ahli bedah tetapi karena kecelakaan kena pisau pemotong rumput disamping jari jarinya terputus juga matanya terkena pecahan logam sehingga jarinya putus dan matanya buta. Maka pupuslah harapannya memenuhi cita-citanya sebagai dokter apalagi dokter bedah yang harus mengandalkan tangan. Kalau dilaut hal ini cuaca jelek, seperti badai mengamuk gelap tidak tahu arah kemana terhempas dari ketinggian kedasar laut tidak ada harapan lagi.

Artinya bahwa ada yang merasa baik, ada yang buruk dan ada yang jelek.

Bagaimana memahaminya keadaan seperti ini?.
Allah merancang sesuatu yang besar melaui kejadian ini baik, buruk dan jelek dapat dipakai Allah untuk kita menjadi alatnya. Dengan anugrah Allah yang luar biasa, Allah dapat mengambil pengalaman baik, pengalaman buruk maupun pengalaman jelek dalam kehidupan manusia, memakainya untuk membuat kita menjadi baik sesuai dengan rencanaNya, percaya itu… !

2. Apakah masih ada harapan bagi yang berpengalaman jelek?
Kembali ke pengalaman pemazmur bahwa ada badai yang mengerikan pertanyaannya apakah masih ada harapan ?
Sekarang apakah keadaan saudara menurut saudara pada kelompok yang  baik atau kelompok buruk atau kelompok yang jelek.
Kelompok yang manapun saudara tetapi yang penting bagaimanapun Allah mengenal kita satu persatu dengan baik secara lengkap mengetahui latar belakang kita masing masing, kekurangan kita kelemahan dan kelebihan kita Dia dapat memakai kita kelompok yang manapun kita. Kita harus menyadari bahwa Allah punya rencana dalam hidup kita masing masing, segala susuatu dalam hidup kita merupakan rencana dari Allah:

  • Kita diciptakan untuk sebuah rencana khusus dari Allah yang mengenal kita dengan baik karena itu dimanapun kita, walaupun kita belum menemukan rencana Allah marilah kita berhenti sejenak, merenung dan berkontemplasi melihat kebelakang dan mulailah mencari Nya.
  • Apapun yang terjadi dalam hidup kita apakah baik buruk atau jelek Allah dapat mengarahkan hidup kita demi kemuliaanNya. Tidak satupun kita ini yang tidak dapat dipakai Allah.

Walaupun kita merasa bahwa masa depan kita berkabut dan tidak tahu kemana Allah bawa tidak menjadi masalah. Mungkin kita sudah menyimpang terlalu jauh dari garis pelayaran yang benar. Mungkin kita sudah alpa dari persekutuan dengan Tuhan mungkin satu tahun atau bertahun tahun itu tidak menjadi masalah, mungkin kita sudah terlalu dalam masuk dalam lumpur dosa. Dari keadaan sejelek apapun, Alkitab menyaksikan bahwa Dia punya rencana untuk kita, walaupun kita jauh dari garis pelayaran yang benar semua ada rencana dari Allah, saudara harus percaya itu.

3.  Pengharapan dari Allah :
Ketika Allah mengembalikan kita kepada jalur pelayaran yang benar, Allah mau memberikan keyakinan akan adanya harapan. Hanya harapan yang dari Allah yang dapat membimbing kita mengharungi samudra kehidupan dan tiba pada pelabuhan tujuan yang sudah disiapkan Allah bagi kita.
Prasayarat kehidupan Kristiani adalah mempunyai pengharapan bahwa kemanapun kita apapun yang terjadi baik buruk jelek Allah beserta kita.

4. Apakah tandanya orang yang berpengharapan?.
Bagi orang yang tidak mempunyai harapan maka dalam dirinya timbul pertanyaan seperti berikut ini :

  • Apakah saya bisa menjadi seperti yang saya cita-citakan?
  • Apakah saya dapat melakukannya?
  • Apakah hidup saya akan menjadi lebih baik?

Kesimpulan bagi orang yang tidak berpengharapan lagi adalah: “percuma berharap” dengan berharap berarti mengharapkan yang tidak akan pernah didapat.
Bagi kita yang mempunyai pengharapan percaya bahwa Allah mempunyai rencana dalam hidup kita masing masing dan segala sesuatu yang ada dalam hidup saudara dan saya adalah bagian dari rencana Allah.
Dari mana datangnya pengharapan itu padahal kehidupan saya gelap belum tentu saya bisa menyelesaikan tugas saya dengan baik kepada anak-anak saya kepada istri saya kepada suami saya, kehidupan saya masih samara-samar.
Mari kita lihat pengalaman bangsa Israil ketika mereka dibuang di Babil karena pemberontakan mereka, sangat menyakitkan karena Babil bangsa yang penyembah berhala, penuh kejahatan, bukan tempat yang nyaman untuk hidup kesitulah mereka dibuang.
Pada saat mereka di pembuangan Allah memberikan kepada Yeremia suatu ayat yaitu Yeremia 29: 11 sbb.:

29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Alangakah manisnya hidup ini kalau rancangan Allah itu kita ketahui karena Allah berfirman : “rencanaKu bagimu bukanlah untuk kejahatan, rencanaKu adalah untuk kebaikan, aku memberi engkau harapan.

5. Apa Tujuan Hidupmu :
Tetapi bagi mereka yang tidak mempunyai harapan berkata : kemarin suram, hari ini gelap, besok juga mungkin badai tidak ada matahari sehingga tidak ada yang baik sehubungan dengan tujuan hidup saya, panggilan dan ketetapan Tuhan semuanya kelihatan tidak jelas.
Jadi kalau kita lelah tujuan kita tidak jelas, mengembara, terus dalam pencarian maka ayat diatas tadi akan memberi harapan.
Tetapi bagaimana saudara tahu Allah memiliki rencana untuk saudara ?
Tepat saat ini saya berdiri, dan saudara duduk kita masih bernafas dan masih hidup, artinya Allah masih mempunyai rencana bagi kita masing masing. Bahkan walaupun kita berlayar jauh melenceng dari arah garis pelayaran mungkin bertahun tahun, rencana Allah akan bisa tepat beroperasi ketika kita memutuskan untuk bangkit dan melangkah masuk kedalam kapal yang dinachodai Yesus.
Mungkin kita harus melihat posisi kita sekarang, meliihat tanda tanda dilaut lepas dimana pulau yang dilalui atau kalau malam kita perhatikan letak bintang ( artinya kita teliti firman Tuhan di alkitab ) kita masuk dalam jalur yang ditetapkan Kristus. Allah dapat menyesuaikan segala sesuatu dalam hidup kita.

6. Apa pedoman hidupmu ?
Saudara, mungkin kita telah keluar dari track yang benar, tidak sesuai dengan kehendak Allah  tetapi marilah bangkit dan kembali kepada jalur pelayaran yang benar yang dinakhodai oleh Nakhoda agung itu yaitu Yesus Kristus. Dengan ini saya mengajak kita untuk melakukan setidaknya 3 hal yang menjadi pedoman hidup kita berikut ini: 

1.    Berjalanlah dengan iman.
Bagaimana berjalan dengan iman ? Kalau kita menumpang kapal laut untuk suatu tujuan maka jika kita tahu tujuan kita itu benar, tahu syarat keberangkatan dan tiket ada ditangan  maka kita masuk didalam kapal itu dan kita serahkan semuanya kepada Nachoda untuk memimpin pelayaran.
Sesampainya dikapal kita tidak akan menanyakan kepada nahoda tombol mana yang dipakai untuk menghidupkan mesin, jalur yang mau ditempuh bahkan semuanya kita percayakan kepada ahlinya.
Seperti yang pernah kita lihat di TV seorang yang buta berjalan dengan anjing penuntunnya, bagi dia mungin semuanya gelap tetapi dari gerak gerik anjingnya dia tau kapan saatnya harus berhenti kapan harus berjalan bergerak kekiri atau kekanan dipercayakannya kepada anjingnya. Demikian juga ketika kita menyerahkan hidup kita kepada Yesus sang nakhoda Agung itu, percayakan saja seperti penumpang tadi dan rasakanlah tali penuntun seperti pemilik anjing itu agar komunikasi kita dengan Yesus tidak terputus.
Kadang kita tidak tau persis Yesus membawa kita kemana kadang seolah berhenti tidak maju, tapi kadang berjalan cepat tetapi lihatlah itu semua melalui iman kepada Nya.

2.    Jauhi dosa dan hiduplah menuju kekudusan.
Kalau kita menjalankan kapal maka kita menentukan jalur pelayaran yang ditetapkan, kita tentukan kecepatan berapa knot, kita perhitungkan arah angina, arus laut, cuaca dan kita jalan. Disuatu saat tertentu kita kembali koreksi arah pelayaran kita dengan membandingkan apa yang kita tempuh dengan peta yang harus kita lalui maka kita koreksi arah kapal kita agar kembali menuju arah tujuan.
Begitu pula ketika kita hidup didunia ini perlu suatu saat tertentu kita merenung kita berkontemplasi melihat apa yang sudah kita lakukan apa yang belum jika ada kekurangan ataupun kesalahan kita lakukan koreksi artinya setiap saat tertentu perlu kita memperbaiki diri sehingga hidup kita hanya tertuju kepada. Bercerminlah selalu kepada firman Tuhan yang tertera jelas didalam Alkitab.

3.      Hiduplah  menjadi berkat bagi orang lain.
Carilah kesejahteraan bagi orang lain, temukan agar saudara menjadi saluran berkat bagi orang lain, dengan saudara menjadi berkat bagi orang lain saudara sendiri diberkati. Saudara mempunya tugas kepada saudara sekapal yang nachodanya adalah nahoda Agung berbuatlah bagi saudaramu diatas kapal itu membantu melayani barangkali saudaramu haus lapar atau perlu didampingi dalam kesulitannya. Jangan lihat besar yang dapat kau berikan lakukanlah yang kecil kecil terlebih dahulu sebelum kau dapat melakukan lebih besar.
Jika saudara sudah masuk kapal dengan nahoda agung Yesus Kristus dan melihat perjalanan itu bukan dengan mata tetapi dengan mata iman serta melakukan koreksi diri dari kesalahan  serta berusaha menjadi berkat bagi saudaramu yang lain niscaya saudara akan memuji Tuhan:
”Pujilah Tuhan hai para pelaut yang mengharungi lautan luas engkau akan sampai ke pelabuhan tujuanmu dengan selamat”.
Pujilah Tuhan hai jiwaku, aku akan selamat sampai di pangkuan-Mu. Amien
                                                                              Ysm/08/12/2007

>”ORANG KRISTEN SUDAH MERDEKA” Gal 5:1-15

”ORANG KRISTEN SUDAH MERDEKA”

dari Hukum Taurat

Gal 5:1-15

Khotbah

Apakah benar pendapat dibawah ini?

Jika manusia hidup tanpa dipagari dengan peraturan, maka manusia itu akan keluar dan melanggar kemerdekaan yang diberikan kepadanya. Oleh sebab itu Allah memberikan peraturan dan hukum supaya manusia itu berusaha sekuat tenaga untuk hidup menurut-Nya. Kalau tidak maka manusia itu tidak akan selamat.

Banyak orang Kristen masa kini yang berpikir seperti itu dan berkata : ”Kita harus percaya kepada Kristus waktu kita menerima keselamatan. Kita sudah dimerdekakan dari iblis dan dunia yang gelap ini. Untuk selamat jelas kita tidak bisa berbuat apa apa, kecuali percaya kepada Yesus Kristus yang telah mati untuk kita. Tetapi kita tidak boleh berhenti disitu. Sesudah kita menerima keselamatan, ada prinsip-prinsip rohani  serta peraturan peraturan yang harus kita ikuti. Kalau tidak, rohani kita tidak akan bertumbuh, bahkan akhirnya hidup kekristenan kita menjadi bosan dan lesu. Kalau kita mau maju dalam Tuhan  maka kita harus seperti ini…. seperti itu ………dst. “Benarkah ini? (Mohon dibaca kembali bacaan kita tadi Gal 5)

Jawaban Paulus atas pertanyaan diatas dibagi menjadi 2 bagian :

Paulus mulai dengan kesimpulan yang bersifat statement (ayat 1a), yang sudah dibuktikan kebenarannya. (Diuraikan  sebelum pasal 5), dan dilanjutkan dengan peringatan (ayat 1b), ”jangan mau mengenakan lagi kuk perhambaan”.

  1. Statement : pada waktu kita dimerdekakan dari terror hukum taurat yang mengikat kita dalam dosa agar supaya kita sungguh sungguh merdeka. Memang kemerdekaan itu kita peroleh pada waktu kita percaya kepada Kristus tetapi Tuhan Yesus mau supaya apa yang terjadi waktu kita percaya diteruskan selamanya dalam masa hidup kita.
  2. Peringatan:  karena Kristus sudah memerdekakan kita berdirilah teguh terus menerus didalam kemerdekaan itu. Jangan menambah nambah lagi peraturan peraturan, kalau kita tambah tambahkan lagi peraturan peraturan berarti kita mengenakan kembali kuk perhambaan yang sudah dimerdekakan oleh Tuhan Yesus Kristus itu.  

Ayat 1 : Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

Kesimpulan orang Kristen masa kini, sering salah dan kita sering mendengar bahwa : Kita telah diselamatkan oleh anugrah Tuhan Yesus Kristus, tetapi untuk hidup sebagai orang-orang Kristen kita memerlukan peraturan peraturan hukum Taurat lagi agar kita semakin layak diterima di kerajaan sorga yang dijanjikan oleh Yesus itu.

Kemerdekaan menurut jalan pikiran Paulus adalah sbb.:

Yang keliru adalah: sebelum kita dimerdekakan kita hidup dibawah kuk hukum Taurat, dan berusaha melakukannya tetapi hasilnya pasti gagal 100 % untuk memenuhi dan mendapatkan keselamatan itu adalah melalui pemenuhan hukum Taurat.

Yang benar adalah Kristus telah menebus kita dari kuk perhambaan hukum Taurat pada waktu kita percaya kepada-Nya kita telah menerima keselamatan itu dan telah melepaskan kuk perhambaan itu dari bahu kita.

Artinya dengan perkataan lain Paulus mau mengatakan:

Sebelum pertobatanmu, engkau memikul beban merupakan kutuk oleh sebab itu bebanmu sangat berat. Pada saat engkau percaya Yesus, beban itu dibuang, sehingga punggungmu yang tadinya bungkuk menahan beban sekarang telah dapat berdiri tegak dan bebas dari beban.

Pemahamannya bahwa: segala konsep rohani yang menekankan bahwa perlu mengikut prinsip-prinsip dan pengalaman-pengalaman yang lebih dalam supaya kita bisa maju harus ditolak, mereka yang mengikuti pemikiran seperti itu kembali masuk dibawah kuk perhambaan.

5:2 : Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.

5:3  Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat.

5:4  Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.

Pada ayat ini dijelaskan tentang sunat yang rasanya tidak relevan dengan keadaan kita saat ini. Tetapi pada saat masa Paulus hal ini sangat masalah karena golongan orang yang bersunat  yang menurut adat istiadat Musa yang sungguh sungguh selamat. Kita tahu bahwa Paulus tidak anti sunat kalau itu dilihat dari segi kesehatan dan dari segi manfaatnya karena dia sendiri bersunat  dan tidak pernah menyesalinya dan dia juga pernah menyuruh Timotius untuk bersunat untuk memudahkan menginjili kaum Yahudi yang bersunat tetapi bukan untuk menambah bobot rohani Timotius.

I. Ancaman pertama terhadap kemerdekaan Kristen.

Ada 3 akibat yang fatal kalau kita menambah-nambah sesuatu yang mengancam kemerdekaan kita:

  1. Akibat yang pertama, kalau kita menambahkan sesuatu pada kemerdekaan yang telah dimenangkan oleh Kristus bagi kita, maka akibatnya adalah Kristus menjadi tidak pasti berguna bagi kita. Jikalau kita tidak puas terhadap penyelamatan yang dilakukan Kristus maka sia-sialah pengorbananNya untuk kita, Kristus ingin agar kita secara total menyerahkan percaya sepenuhnya atas penyelamatan yang dilakukannya. Kita harus memilih Kristus tidak ada yang lain.
  2. Akibat yang kedua,  sebaliknya kalau kita menambahkan sesuatu pada kemerdekaan kita maka akibatnya kita wajib kembali melakukan seluruh hukum Taurat, dan melakukan seluruh hukum Taurat itu sangat mustahil akan berhasil.
  3. Akibat yang ketiga, kalau kita mengharapkan kebenaran hukum Taurat sama saja dengan kita melepas Kristus karena keselamatan oleh Kristus yaitu kasih karunia tidak mungkin dikawinkan dengan keselamatan karena Taurat yaitu kebenaran manusia atas hukum.

Ayat 5-6:Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan. Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.

Ayat diatas adalah jawaban atas pertanyaan : Apakah kemerdekaan Kristen  berlandaskan iman kepada Yesus Kristus ?

Pertama: Iman menantikan kebenaran yang kita harapkan dan pengharapan itu akan hidup kekal bersama Yesus, kita sudah menikmati keselamatan itu sekarang atau kini namun masih ada porsinya yang terletak dimasa depan, jadi realisasi sepenuhnya kita masih nantikan, jadi kita cukup menantikan karena iman dan salah kalau kita berpikir bahwa kita harus bekerja untuk mencapainya seperti ilustrasi orang yang sudah mati tenggelam.

Kedua :  dalam Kristus hanya iman yang mempunyai arti tidak perlu ditambahkan hukum yang lainnya cukup iman, satu kali saja seumur hidup supaya kita berkenan kepada Allah yaitu berada didalam Kristus dan itu berlaku seterusnya dan iman itu adalah anugrahNya  kepada kita.

Ketiga :    Kalau begitu jika hanya iman saja yang menyelematkan, apakah dengan begitu kita dapat hidup sesuka hati didunia ini ?

Sama sekali salah kata Paulus karena iman yang dimaksudkan adalah iman yang dibimbing oleh Roh Kudus yang bekerja oleh kasih.

Dengan kata lain: Kemerdekaan Kristen tidak hanya terdiri dari hidup karena iman saja tetapi hidup oleh Roh Kudus. Roh Kudus yang diam dalam diri orang beriman memproduksi perbuatan perbuatan kasih didalam dan melalui kita. Tetapi jangan terbalik bahwa perbuatan perbuatan kasih itu akan menjadikan kita berkenan dihadapan Allah, tetapi bahwa iman yang menyelematkan kita adalah iman yang bekerja bukan iman yang diam tetapi iman yang mengeluarkan buah buah kasih.

II.   Ancaman Kedua Terhadap Kemerdekaan Kristen : ialah pengajaran yang palsu (lihat ayat 7-12).

      Apakah ciri ciri golongan sesat  ?

  1. Pengajar sesat membawa orang orang percaya melanggar firman Tuhan dan Roh Kudus.
  2. Para pengajar sesat tidak berasal dari Allah dan mengacaukan iman anak anak Tuhan walaupun kedengarannya sangat rohani tetapi tidak berdasar pada : “Dia yang memanggil kita”. Sebagai contoh sering kita dengar pengajar sesat berkata aku telah membawa keselamatan itu kepada banyak orang . Aku telah membawa banyak jiwa jiwa kepada Yesus. Legalisme tidak pernah menyelamatkan manusia. Menurut Paulus di II Tes. 2: 13-14   dari mulanya Allah telah memilih kamu untuk diselamatkan oleh Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai. Untuk itu Allah telah memilih kamu oleh injil yang kami (Paulus ) beritakan, sehingga kamu boleh memperoleh kemuliaan Kristus, Tuhan kita.

      3.   Apa itu merdeka ? Konsep kemerdakaan dalam surat Galatia ini berbeda dengan konsep yang berlaku didunia ini.

  • Jangan kamu mempergunakan kemerdakaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa (ay 13a)

Kalau kita sungguh sungguh merdeka kita tidak akan hidup lagi dalam dosa. Kita dimerdekakan dari kehidupan dosa. Merdeka artinya adalah mati bagi dosa dan dosa tidak berkuasa lagi atas kita, kita merdeka tidak perlu lagi memberi respons terhadap godaan godaan yang membuat kita terjerumus kedalam dosa. I Pet 2:16 Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalah gunakan kemerdakaan itu untuk menyelubungi kejahatan kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.

Konsep kemerdekaan Kristen sering diartikan salah oleh orang orang seperti misalnya mereka berkata : “Yang penting ialah kita percaya kepada Yesus dan kita mengikuti kebaktian itu sudah cukup”. Sepertinya hal percaya dan mengikuti kebaktian itu sudah memiliki SIM ( surat izin masuk ) surga, dan dia berhak bersenang senang didunia ini tanpa menghiraukan firman Tuhan yang lainnya.

  • Kemerdekaan Kristen artinya adalah merdeka dari hukuman dan keterikatan dari dosa untuk hidup bagi Tuhan. 

Kita merdeka dan tidak lagi diperhamba oleh keinginan daging, bukan keinginan daging yang menguasai kita tetapi kita menguasai daging kita. Kita telah menyalibkan keinginan daging kita, hawa nafsu kita serta keinginan kita sampai mati di kayu salib. Roh Kudus menguasai kita dan hanya mungkin karena roh kudus yang bekerja, dan itulah orang yang sungguh sungguh merdeka.

  1. Merdeka untuk saling melayani ( 13b,15)

      Kita tidak hanya merdeka dari kehidupan dosa tetapi kita juga merdeka untuk melayani Tuhan. Wujud dari pelayanan itu dapat dilihat dari hubungan kita sesama manusia mulai dari istri suami anak bapak ibu saudara tetangga jemaat dst. Mengerjakan yang terbaik bagi sesama kita adalah kasih agape dan itu menjadi ciri dari iman yang benar. Kasih agape adalah : kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan dan kelemah lembutan

  1. Merdeka bukan membuang hukum Taurat.

Tetapi merdeka justru kita menggenapi hukum Taurat. (ay 14) Jadi merdeka bukan berarti membuang hukum Taurat, kita diselamatkan oleh iman karena anugrah, kita dimerdekakan untuk hidup sesuai dengan hukum Taurat sebagai wujud kasih kita kepada Yesus Kristus. Yang keliru adalah kita hidup menurut hukum Taurat untuk membujuk Allah agar memberikan kepada kita tempat di sorga. Jadi hukum Taurat yang menyatakan kehendak Allah.

Kesimpulan :

Orang Kristen telah dipanggil dalam kemerdekaan itu oleh karena itu akibatnya adalah :

  1. Kita merdeka, artinya kita tidak lagi dikuasai dan dibelenggu oleh dosa
  2. Kita merdeka, artinya kita diberi kesempatan untuk melayani Tuhan dan melayani sesama.
  3. Kita merdeka, artinya kita mengasihi hukum Taurat dan menjadikan hukum Taurat itu sebagai tuntunan yang menyatakan kehendak Tuhan dalam hidup kita.

Orang Kristen sudah merdeka 100% dari kuk perhambaan hukum Taurat. Amien

Ysm/10/08/2005

>”HIDUP DIDALAM ROH” Rm 8:1-10

“Kehidupan orang Kristen haruslah  didalam Roh”

Roma 8:1-10

Khotbah

Ada dua hal yang menghinggapi manusia yang saling bertentangan dan kedua kubu itu sangat bertolak belakang yakni antara Daging – Roh.

1. Daging menggambarkan manusia yang terikat, apabila dibiarkan manusia itu tidak dapat lepas dan tetap terikat, kalau dengan kemampuan sendiri manusia tidak akan mungkin dapat menolong dirinya.  Ciri manusia yang hidup didalam keinginan daging adalah orang yang hanya mencukupkan diri dengan hidupnya yang hanya berpusat pada dirinya sendiri. Hidup dalam daging hanya berpusat kepada penghayatan hidup yang mengantar kepada kematian. Karena makna kematian, adalah merupakan pengasingan definitif dari Allah. Kematian adalah kekekalan berpisah dari Kasih Allah.

Ciri kehidupan orang yang berorientasi pada keinginan daging adalah :

  • tidak memerlukan Allah
  • tidak tunduk kepada seluruh perintah Allah
  • tidak ada ketaatan kepada Allah.
  • dan tidak memikirkan untuk menyenangkan hati Allah hidupnya untuk menyenangkan dirinya dan orang yang ada disekitarnya.

2.  Roh menggambarkan pribadi yang terikat tetapi dipimpin oleh kekuatan yang memberi hidup yaitu Roh Allah. Manusia yang hidup didalam Roh Allah berpengharapan bahwa tiba saatnya ada kebangkitan dan yang membangkitkan semua manusia untuk dihakimi tetapi bagi yang mengenal Yesus akan bersama sama dengan Dia dalam kekekalan disebelah kanan Allah Bapa di surga.

Konflik antara Daging dan Roh itu selalu terjadi walaupun kita sudah mengikut Yesus. Ada yang menyatakan bahwa bagi pengikut Yesus konflik antara daging dan roh akan hilang dan manusia hanya dipimpin oleh Roh Allah, pernyataan itu tidaklah benar. Mari kita perhatikan surat-surat Paulus penuh dengan indikasi perang rohani yang selalu terjadi dalam diri orang percaya. (lih. Rm7). Benar bahwa pada kenyataannya kegagalan demi kegagalan sering kita perbuat. Memang  ada kemenangan yang tersedia bilamana kita memberi diri dipimpin oleh Roh Allah.

Bagaimana Roh memimpin orang yang percaya kepada Yesus ? Untuk menggambarkan-nya mari kita bayangkan seperti :

  • Seorang gembala yang baik dengan setia mengarahkan dan menjaga domba-dombanya di padang rumput. Yesus sebagai gembala yang setia dan kita orang percaya sebagai domba yang taat kepada gembala kita, gembala yang setia selalu menjaga dombanya dari ancaman binatang buas dan mengarahkannya kepada kebaikan dombanya, domba domba yang taat mendengarkan perintah gembala dan taat melakukan perintah gembala yang dikenalnya dengan baik..
  • Seperti perahu layar dilautan lepas ada kekuatan angin yang mendorong agar perahu kita dapat bergerak menuju pelabuhan harapan, perahu layar mendapat kekuatan untuk berjalan dari angin yang tidak kelihatan tetapi dapat menggerakkan dan mendorong perahu layar sampai ditujuannya.

3.  Apa makna “orang percaya dimpimpin oleh Roh Allah?”

Dengan memberi diri kita dipimpin Roh, kita tidak hidup dibawah hukum Taurat artinya:

  1. Hukum Taurat tidak lagi mendakwa mereka yang dipimpin oleh Roh Kudus. Artinya selama kita dipimpin oleh Roh Kudus, hidup kita berkenan kepada Allah, bahkan sesuai dengan tuntutan hukum Taurat. Bukan karena kita tidak berbuat dosa tetapi karena kita tersembunyi didalam Kristus. Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh oleh tiap tiap orang percaya. (Rm 10:4) Dengan kata lain barang siapa yang ada didalam Kristus dia sudah menggenapi hukum Taurat. Karena itu Paulus didalam Rm 8:1 “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada dalam didalam Kristus.”
  2. Kuasa dosa sudah disingkirkan dari mereka yang dipimpin oleh Roh Kudus. Kutuk hukum Taurat telah diambil oleh Yesus Kristus di kayu salib, atau dengan kata lain selama kita dipimpin oleh Roh Kudus kita tidak perlu diombang ambingkan oleh dosa. Oleh sebab itu hidup kekristenan yang sebenarnya adalah hidup dalam kemenangan atas dosa.

Untuk lebih menjelaskan ini ada kuis sebagai berikut : Pernyataan : Satu-satunya cara Allah membersihkan dosa manusia adalah Penebusan oleh Yesus Kristus ? Jawabnya: Benar atau Salah

Jawabannya : Salah karena Allah tidak membersihkan dosa manusia ( menyatakan manusia berdosa tidak bersalah), Allah membenarkan dosa manusia melalui Yesus Kristus ( artinya Allah membenarkan kita walaupun kita masih sebagai pendosa)

4. Apakah ”keinginan daging” itu ?

Kalau dilihat dari segi tingkah laku dan perbuatan manusia maka: Perbuatan daging adalah perbuatan yang nyata disaksikan semua manusia yang merefleksikan daging manusia yang keluar dari hati yang jahat sebagaimana manusia keturunan Adam. Bisa jadi perbuatan daging tidak sama pada semua orang namun demikian daging tetap daging apabila tidak dipimpin Roh Kudus. Malahan firman Tuhan justru sebaliknya, manusia jahat najis dari lahir dan juga akan mati dalam keadaan itu, kecuali ia bertobat dan menerima Roh Kudus. Atas dasar ini kita menolak ajaran humanisme yang mengajarkan bahwa pada dasarnya manusia itu baik. Mari kita perhatikan pada :

Roma 5:12 “Sebab itu sama seperti dosa telah masuk kedalam dunia oleh satu orang (maksudnya Adam), dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.”

Secara rinci Paulus menjelaskan ini di Gal 5:19-21: Paulus memberikan daftar Perbuatan Daging ada 15 point :

  • Perbuatan2  Seks : 1. Percabulan , 2. Kecemaran , 3 Hawa nafsu
  • Perbuatan2 Agamis :4. Penyembahan berhala 5. Sihir
  • Perbuatan2 yang berhubungan dengan orang lain : 6. Perseteruan, 7. Perselisihan 8. Iri hati 9. Amarah 10. Kepentingan diri sendiri 11. Percideraan 12. Roh pemecah 13.Kedengkian
  • Perbuatan2 Semberono:14. Kemabukan 15. Pesta pora, dan sebagainya.

Dengan kata lain: Barang siapa melakukan hal-hal tersebut diatas membuktikan bahwa mereka dikuasai oleh daging, mereka belum menjadi milik Kristus yang dipimpin Roh Kudus dan tidak berhak menerima Kerajaan Allah. Kalau kita mau jujur maka kita semua akan gemetar atas hal itu karena dalam daftar tadi pasti ada yang yang menjadi pergumulan kita. Walaupun kita sudah menerima Yesus Kristus secara pribadi dan meyakini pengampunan dosa. Kita pernah gagal didalam perang melawan keinginan daging,  masih ada kemenangan kalau kita mau kembali dipimpin oleh Roh, lain soal dengan mereka yang sengaja hidup didalam perbuatan-perbuatan daging sebagai kebiasaan yang tidak mau ditinggalkan.

5. Apakah ”keinginan Roh” itu ?

Keinginan Roh diimputasikan kepada kita pada waktu kita dilahirkan kembali atau ketika kita mengaku bahwa pemilik kita adalah Yesus Kristus. Keinginan roh adalah kebalikan keinginan daging kita perhatikan Gal 5: ayat 24 : “ Barang siapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.”

Tanda – tanda sesorang  dipimpin oleh Roh Kudus adalah hubungannya yang baru dengan orang lain yakni janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki “ Tidak gila hormat, tidak saling menantang, tidak saling mendengki, artinya saling menanggung bebanlah kamu,  saling hormat menghormatilah kamu, saling mendukunglah kamu, saling mengasihilah kamu.

Apakah kita sudah mempunyai hubungan seperti ini ?

Kalau kita sebagai anggota sudah berbuah Roh tentu persekutuan jemaat kita juga berbuah Roh, Gereja kita penuh dengan buah Roh. Apakah Gereja kita sudah penuh dengan buah Roh ? Dengan demikian apabila kita mau hidup dalam Roh yang menuntun kita melewati kehidupan tiba pada kematian didunia tetapi Yesus membangkitkan maka tidak bisa ditawar lagi bahwa:

  • Kita harus menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
  • Kitalah secara aktif melakukan penyaliban daging itu, kalau tidak kita lakukan maka buah-buah roh itu terhalang  pertumbuhannya.

Yesus berkata yang dicatat di Mrk 8:34.  “ Setiap orang yang mau mengikut aku, ia harus menyangkal dirinya sendiri, memikul salibnya dan mengikut aku”.

Pada zaman Tuhan Yesus hidup penjahat yang dihukum mati yang disuruh memikul salibnya sendiri sampai ditempat hukuman mati. Kematian di kayu salib adalah kematian yang mengerikan dan menyakitkan dan jarang langsung mati dan dilakukan bagi penjahat yang pengampunan hukumnya tidak ada lagi. Setiap pengikut Kristus harus melakukan persis seperti penjahat yang dihukum mati, memikul salib sampai diekskusi, dipakukan dibiarkan sampai mati. Bedanya penjahat dan kita adalah penjahat dipaksa oleh eksekutor, sedangkan kita atas kesadaran sendiri.

6. Apakah yang menjadi ”pegangan kita”saat ini ?

Yang harus kita fahami dan pegang teguh adalah:

  1. Selama kita didunia ini kita akan selalu mengalami tarikan antara ”keinginan daging” dan ”keinginan Roh” yang saling berlawanan.
  2. Kemenangan masih tersedia bagi kita yang mau ”menyalibkan keinginan daging” berupa  segala hawa nafsu dan  kita membuka diri untuk ”didiami oleh Roh Kudus”.

Tugas kita setiap hari mengambil waktu untuk merenungkan apa yang sudah dianugrahkan oleh Allah yang telah menjadi milik kita dan taatlah serta hiduplah menurutNya. Kalau memang benar kita sudah menyalibkan daging kita baiklah kita biarkan keinginan daging itu terpaku di kayu salib. Jangan lagi coba-coba untuk melepaskan paku-paku itu. Kalau kita merasa bahwa kita belum menyalibkan daging kita sekarang segeralah salibkan karena waktu Tuhan tidak sama dengan waktu kita.

Oleh sebab itu kalau kita dicobai oleh iblis untuk melakukan kehendak daging kita harus berkata dengan tegas : “Aku ini milik Kristus, aku telah menyalibkan keinginan dagingku. Tak ada lagi pikiranku untuk menurunkannya dari salib itu”

Kiranya Tuhan Yesus menguatkan kita melawan keinginan daging itu. Amin

Ysm/6/4/05

>“BERTOBAT” Kis 2:37-40

BERTOBAT,

bukan sekedar berubah atau memperbaiki diri.

Kisah Rasul 2:37-40

I. “Apa yang harus kami perbuat?” (37) tanya peziarah itu. Petrus menjawab pertanyaan tersebut dengan menyingkapkan cara-cara memperoleh keselamatan. Inilah rahasia keselamatan yang diberitakan Petrus secara singkat dan jelas. Mari kita simak secara terperinci jawaban Petrus :

I.1. Bertobat.

Istilah ini begitu akrab ditelinga orang Kristen dan sering diucapkan tetapi makna utuh dari bertobat sering tidak dipahami sepenuhnya seperti pengertian Alkitabiah. Sebelum menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi kita adalah orang orang berdosa. Bila diperhadapkan dengan kebenaran Allah maka kita menyadari betapa tidak layaknya kita karena dosa-dosa kita yang begitu besar. Keadaan inilah yang  mendorong kita untuk bertobat.

Bertobat kata Ibrani Syuv berarti berputar berbalik kembali, berbalik dari dosa dan kembali kepada Allah. Bagi bangsa Isarel pertobatan berarti kembali kepada Allah setelah tersesat dan sesudah mendurhakainya. dpl bukan berubah agama tetapi meneguhkan kembali kepercayaan dan ketaatan pribadi kepada Allah. Pertobatan meliputi dukacita, penyesalan dan perubahan tingkah laku lahiriah. Pertobatan kepada Allah mencakup merendahkan diri batiniah, perubahan hati yang sungguh dan benar-benar merindukan Yahweh Yes 6:9

Yesus memulai pelayanannya dimuka umum dengan seruan bertobatlah dan diakhiri dengan ucapanNya sebelum naik ke sorga;  pertobatan dan pengampunan dosa harus diberitakan kepada segala bangsa Luk 24:47 dan lagi; dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Pertobatan mutlak perlu untuk pengampunan dosa dan beroleh hidup yang kekal, iman tanpa pertobatan bukanlah iman yang membawa keselamatan.

Mana yang lebih dulu pertobatan atau iman ?

Iman terarah kepada Kristus untuk memperoleh keselamatan dari dosa, kekudusan, kehidupan dan mencakup perihal membenci dosa dan meninggalkannya disebut pertobatan, yakni berbalik dari dosa kepada Allah termasuk menerima anugrah Allah dalam Kristus dengan Iman.

Pertobatan mencakup 3 aspek :

a.  Menyadari bahwa diri sendiri sebagai orang berdosa

Pertobatan yang sejati pasti diawali dengan kesadaran diri sebagai orang berdosa. Saat kita bertobat kita sadar bahwa kita sarat dengan dosa. Kesadaran berdosa ini bukan hanya perasaan berdosa melainkan kesadaran intelek yang mengetahui persis dan pasti bahwa kita telah melakukan perbuatan-perbuatan berdosa.

b. Menyesali segala perbuatan dosa.

Pertobatan yang sejati ialah adanya sikap penyesalan yang sepenuh hati atas segala perbuatan dosa yang pernah kita lakukan. Semestinya bila seseorang menyadari dosa-dosanya dihadapan Tuhan dengan sendirinya menggoncangkan lubuk hatinya yang paling dalam dan menyesal sedalam dalamnya atas segala dosanya karena kesadaran akan upah dosa adalah maut.

c. Tidak mengulangi perbuatan dosa.

Mengambil keputusan untuk tidak terjerumus kedalam perbuatan perbuatan dosa lagi. Pertobatan sejati mengandung ketiga unsur tadi, itulah pertobatan sejati yang dimaksudkan oleh Petrus.

I.2. Dibaptis, memberi diri dibaptis kedalam nama Yesus Kristus.

Hal kedua yang disarankan Petrus untuk dilakukan peziarah itu adalah memberi diri dibaptis kedalam nama Yesus Kristus. Perlu diperhatikan disini bahwa formulasi baptisan yang tepat sesuai dengan tata bahasa Alkitab adalah kedalam nama Allah Tritunggal seperti dimaksudkan dalam perintah pembaptisan yang ada dalam amanat agung Tuhan Yesus pada Mat 28:19

Mat 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.

Penjelasan baptisan adalah: Pada saat kita dibaptis didalam nama Yesus Kristus, saat itu diri kita dihisapkan masuk kedalam Yesus Kristus. itu berarti diri kita dipersatukan dengan Yesus Kristus didalam kematianNya dan KebangkitanNya. Yesus mengalami kematian karena dosa kita melalui cara penyaliban maka diri kita pun diperhitungkan mati bersama di kayu salib. Melalui baptisan orang percaya dipersatukan dengan Yesus didalam kematianNya sehingga orang percaya dibebaskan dari segala hukuman. Lebih jauh pengertian baptisan disini bukan hanya upacara ritual dalam jemaat saja. Sesungguhnya baptisan adalah pengakuan iman kepada Yesus secara tindakan yang dilakukan dihadapan umum (bukan hanya sekedar dalam hati atau pernyataan lisan saja) tetapi ungkapan secara nyata kesediaan menjadi pengikut Kristus dengan segenap hati.

Apa makna memberi diri dibaptis ? Dapat dikatakan bahwa dengan memberi dibaptis kedalam nama Yesus Kristus sedikitnya mengandung 2 pengertian yaitu :

  1. Mengaku Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi.
  2. Menyerahkan dosa kepada Yesus.

Pada akhir ayat 40 Petrus berkata : “Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini. “Perkataan ini merupakan rangkuman daripada apa yang sudah dijelaskan didepan sekalian himbauan untuk berserah diri kepada Yesus.

II. Hasil.

Apa hasilnya jika saya bertobat dan dibaptis?

Jika dilakukan 3 saran Petrus diatas yaitu : bertobat, menerima Yesus dan menyerahkan dosa kepada Yesus maka kepada mereka yang melakukannya berlaku :

  1. Menerima pengampunan dosa (38 b)
  2. Keselamatan (40 b)
  3. Menerima Karunia Roh Kudus (38 c)

Kita menerima Roh Kudus didalam hati kita menjadi materai bagi kita dan menjamin kepastian hidup kekal disurga.

III. Bukti.

Apa buktinya Roh Kudus telah diam didalam hati kita ?

Ada dua jalur pembuktiannya yaitu :

1. Jika seorang dapat dengan tulus hati mengaku Yesus adalah Tuhan dan Juruselamatnya, maka berarti Roh Kudus  telah diam didalam hati orang tersebut.

Menurut Kor 12:3b …….. tidak ada seorang pun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus.

Mustahil orang yang punya kepercayaan lain mengaku Yesus adalah Tuhan oleh karena itu mustahil juga dihati mereka berdiam Roh Kudus. Mereka pasti tidak berani mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan.

2.  Jika seorang mengaku dengan tulus mengaku Allah adalah Bapanya itu berarti Roh Kudus telah diam dalam hatinya.

Menurut,

Rm 8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”

8:16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Bertobat bukan sekedar berubah atau memberbaiki diri tapi lebih jauh dari itu merupakan kepastian menerima anugerah sebagai anak-anak Allah serta jaminan hidup kekal.

Kesimpulan kita akhirnya setelah kita melakukan pertobatan dan baptisan sejati maka kita akan mendapat :

  1. Kita menerima pengampunan dosa
  2. Kita menerima Roh Kudus
  3. Kita memiliki jaminan kepastian akan hidup yang kekal.

Roh kuduslah menjadi materai yang kokoh sampai kita mendapatkan secara sempurna bagian kita di surga nanti.

Amin.

Ysm/27/10/04

>“APAKAH IBADAH YANG SEJATI ITU” Mzm 50:1-15

“APAKAH IBADAH YANG SEJATI ITU”

Mazmur 50:1-15

1.  Kapan hidupmu terasa lebih bersemangat, bergairah dan bersukacita ?

Ada orang bilang hidup ini bagai air mengalir disungai, akan mengalir begitu saja, akhirnya sampai juga kelaut. Jalani saja sesuai dengan kehendak Yang Diatas,  ada nada pasrah dan pesimis.Tetapi sebenarnya hidup kita itu besemangat dan bergairah ketika hidup kita punya sasaran, ketika kita mempunyai motivasi, ketika kita punya harapan:

  • Sebagai anak, ketika kita mempunyai idealisme atau cita-cita ingin menyenangkan orang tua maka kita rajin belajar, membantu pekerjaan orang tua sesuai dengan umur kita.
  • Sebagai kekasih, kita bersemangat untuk menyenangkan pujaan hati kita, untuk apel malam minggu, hujan gerimis tidak menjadi halangan, hanya untuk menyenangkan pujaan hati.
  • Ketika kita punya keluarga, punya istri, punya suami, punya anak, kita ingin membahagiakan mereka, kita mau bekerja keras untuk menghasilkan yang dapat menyenangkan hati mereka.

Dalam motivasi itulah kita bersemangat, dan bergairah, kita berbakti kepada orang tua, kepada kekasih, kepada keluarga, kepada bangsa dan kepada Tuhan.
Hidup menjadi berarti kalau kita membaktikan diri kepada sesuatu, atau seseorang atau kepada Tuhan.
Apa artinya berbakti kepada Tuhan ? Kita berbakti kepada Tuhan artinya: “Kita beribadah kepada Tuhan”.

2.   Hidup menjadi sebuah ibadah.
Hidup ibarat proyek, ada awal ada akhir, kita adalah pemimpin proyek itu, kita diberi wewenang untuk memanage proyek itu dengan panduan bestek yang diberikan oleh owner/pemilik proyek itu. Kalau ada awal maka ada akhir dari proyek itu itulah sebabnya dia disebut proyek. Diantara durasi awal dan akhir itu kita berkarya, membangun, tentu kita butuh rancangan yang mau dibangun oleh pemilik, mau jadi apa yang kita bangun kita sesuaikan dengan keinginan owner. Sama halnya dengan kehidupan ada awal dan ada akhir kehidupan didunia ini. Ada serah terima, ketika kita diberi kehidupan, sampai kita menyerahkan kehidupan ini kembali yaitu ketika kita meninggalkan dunia ini, diantara itu kita berbakti, kita beribadah kepada Tuhan, sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan Tuhan didalam bestek yaitu Alkitab, jangan kita kurangi/korupsi sesuai keinginan kita. Kita harus setia mengikuti spesifikasi yang ada. Didalam berkarya itulah kita  bersemangat bergairah didalam hidup ini.

3. Apakah Ibadah itu ?
Di kitab Kejadian dan Keluaran kita  tahu sudah ada ibadah walaupun itu ibadah pribadi, dimana para bapak leluhur percaya bahwa Tuhan dapat disembah ditempat manapun Dia pilih untuk menyatakan diriNya. Yang ingin kita renungkan saat ini adalah ibadah umat yaitu ibadah yang dilakukan secara bersama-sama. Ibadah umat Israel di PL dilakukan di kemah pertemuan dan Bait suci yang menekankan tata upacara ibadat yang utama dan erat hubungannya dengan persembahan korban. Seperti pencurahan darah, persembahan korban : korban bakaran, korban sajian, korban keselamatan, korban penghapusan dosa dll., pembakaran kemenyan, penyampaian berkat imamat.Ibadah ini sangat menekankan dari segi upacaranya sehingga mengurangi segi rohaninya. Kita perhatikan: Ayat 9-13  Mereka memberikan binatang korban kepada Nya…, . Seolah olah Ia sangat membutuhkan korban tersebut, Allah mengumumkan ketololan pandangan ibadah seperti itu sebab sesungguhnya segalanya adalah milik Tuhan. Seolah olah bila diatas mezbah tersedia korban persembahan maka Tuhan sudah senang, bereslah semua urusan dengan Tuhan. Perhatikan ayat 14: Ibadah adalah Persembahan syukur. Maz. 50:14 Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah, …

4. Persembahan Syukur:
Persembahan pada Gereja abad I berkaitan erat dengan perjamuan (waktu itu belum dipisahkan anatara perjamuan kudus (ekaristi ) dengan perjamuan kasih (agape). Prinsip utama waktu itu adalah diakonal. Pada PL Pada ibadah Yahudi, memberi persembahan supaya mendapat pahala, supaya dibalas dengan kekayaan, keselamatan, kesehatan, keberhasilan dll. Prinsip mereka “ Aku memberi supaya aku diberi” kalau begitu seolah-olah Tuhan membutuhkan persembahan kita. Nama Tuhan sering kita sebut-sebut dalam persembahan seakan-akan Tuhan menginginkan dan memerlukan uang kita. Sebenarnya Tuhan adalah pemilik segalanya kenapa kita merasa membantu pekerjaan Tuhan.

Menurut Paulus 2 Kor 8:13-15 Prinsip persembahan adalah:

  • Kita memberi karena kita sudah diberi
  • Kelebihan kamu mencukupkan mereka

Menurut Yesus Mrk 12:41-44 , “memberi dari keterbatasan seperti pemberian janda miskin”.

Yang menjadi renungan kita :
1. Apa yang menjadi motivasi dibalik persembahan kita? Kita bilang “korban syukur yang harum ……” padahal “kita mengharapkan nama kita yang harum.….  “
2. Bagaimana menggunakan hasil persembahan? Gembala bilang “ Persembahan untuk mezbah Tuhan… “ padahal “  diapakai untuk bersenang-senang… “

Bukan seremonialnya (kebiasaan) yang dipentingkan  dalam ibadah tetapi ibadah dengan segenap hati, ucapan syukur dan iman disertai dengan perbuatan baik. Karena itulah ikatan perjanjian kita kepada Tuhan melalui darah Kristus yang ditumpahkan demi dosa kita. Ibadah adalah ungkapan rasa dekat, rasa mesra dan rasa cinta kepada Yesus ( lihat Yoh 12 : seorang wanita mencurahkan minyak narwastu murni yang mahal kepada Yesus )

Ibadah adalah ketaatan total kepada Allah (perhatikan syair kesaksian pujian dibagian akhir nanti). Ajaran Yesus:  Selalu menekankan bahwa ibadat adalah sungguh sungguh kasih hati terhadap Bapa Sorgawi. Kalau demikian maka ibadat yang sebenarnya adalah pelayanan yang dipersembahkan kepada Allah tidak hanya di Bait suci tetapi dalam arti sesama.

Perhatikan ajaran Tuhan Yesus di: Yak 1:27 Ibadah yang murni dan tak bercacat dihadapan Allah , Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga dirinya sendiri tidak dicemarkan dunia.
Sungguh jelas apa yang dimaksudkan Tuhan Yesus tentang Ibadah bukan? Jadi ingat bahwa :

Hidup <(bergairah, bersemangat, sukacita)→ berbakti → beribadah → bersyukur → pelayanan sesama >

Ingat firman Tuhan Yesus ( Yak 1:27) :

”Ibadah Sejati adalah Pelayanan kepada Sesama”.

Perhatikan syair lagu PKJ 264 dan kita nyanyikan:

“Apalah Arti Ibadahmu”

Apalah arti ibadahmu kepada Tuhan
bila tiada rela sujud dan sungkur ?
Apalah arti ibadahmu
bila tiada tulus dan syukur

R/
Ibadah sejati jadikanlah persembahan
ibadah sejati kasihilah sesama
Ibadah sejati yang berkenan bagi Tuhan
jujur tulus ibadah murni bagi Tuhan

Marilah ikut melayani orang berkeluh
agar iman tetap kuat serta teguh
itulah tugas pelayanan, juga panggilan
persembahan yang berkenan bagi Tuhan

R/

Berbahagialah orang yang hidup beribadah
yang melayanani orang susah dan lemah
dan penuh kasih menolong orang yang terbeban
Ibadah tanggung jawab orang beriman.
R/

Syair dan lagu : Mercy Tampubolon–Tobing

Isai Mila                     Ysm/11/08/04

>”JAMINAN KESELAMATAN” IKor 15:12-20

“Kebangkitan Kristus adalah Jaminan Keselamatan orang Percaya”

I Kor. 15: 12-20

Khotbah

Ciri dan kejutan khas berita Kristen yang pertama ialah penekanannya pada kebangkitan. Penghotbah-penghotbah pertama yakin dan percaya bahwa pada waktunya orang-orang akan bangkit.Pada agama-agama lain pun ada kebangkitan tetapi tidak ada yang sama dengan kebangkitan Kristus dimana Yesus benar-benar mati, namum mengalahkan kematian dan dia bangkit.
Pada umumnya semua kebangkitan itu berupa dongeng / reinkarnasi.

  • Filsafat Plato yang mengakui kekekalan jiwa seseorang tetapi menyangkal kebangkitan tubuh. Mereka memahami hidup setelah mati sebagai kekekalan jiwa tapi menolak segala gagasan tentang kebangkitan.
  • Kaum Saduki menolak ajaran tentang kehidupan sesudah kematian, kebangkitan, ketika mereka mendengar kebangkitan mereka berpikir bahwa yang dibangkitkan adalah tepat tubuh yang sama dengan tubuh yang mati.

Orang Kristen berpikir tentang tubuh yang dibangkitkan tapi sebagai yang diubah sedemikian rupa sehingga ‘tepat guna’ bagi kehidupan yang akan datang, yang begitu berbeda dari kehidupan kini, jadi gagasan Kristen benar benar khas.

Beberapa kesaksian Alkitab tentang Kebangkitan :
¨     Paulus: Kesaksian Paulus tentang kebangkitan orang Kristen : lihat I Kor 15:42-44
IKor 15:42 Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan.
15:43 Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan.
15:44 Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah

Sebagai gambaran untuk memahami ayat ini kita bayangkan saja malaikat.

  • Nabi Yesaya: mengajarkan kebangkitan tubuh dari orang yang telah ditebus. Yesaya 26:19
  • Daniel bersaksi: Kebangkitan orang benar dan kebangkitan orang jahat.

Daniel 12:2 Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.

  • ¨    Yohanes dalam Wahyu 20:4-5 Kedua kebangkitan tidak bersamaan.
  • ¨    Yesus, Yesus menubuatkan kebangkitanNya pada hari yang ketiga Mrk.8:31

Paulus melihat makna kebangkitan Kristus sebagai sumber pengharapan yang menguatkan keyakinan bahwa mereka telah mati didalam Kristus Yesus pasti dibangkitkan.
Kebangkitan Kristus adalah jaminan kebangkitan semua orang. Dosa Adam membawa kematian bagi semua orang tetapi kebangkitan Kristus membawa hidup bagi semua orang. Kebangkitan tubuh datang melalui Kristus, dan Kristuslah orang yang pertama yang dibangkitkan dari antara orang mati.
Memang ada yang dibangkitkan lebih dahulu dari Yesus tetapi ia mati lagi, sedangkan Yesus tidak.
Semua orang dibangkitkan bukan berarti semua orang diselamatkan.

Siapa yang diselamatkan pada saat kebangkitan itu?
Yang diselamatkan adalah yang menjadi milikNya pada waktu kedatangan Nya.
15:23 Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya

Tetapi ada yang tidak dapat menerima kebangkitan itu
Lihat olok-olok kepada Paulus pada Kis. 17:32 Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata: “Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu.

Apakah bukti-bukti kebangkitan Kristus ?

1. Injil Kristus
Yesus mengajar tentang kebangkitan.
Yoh. 5:28 Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,
5:29 dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum
Paulus telah memberitakan injil Kristus dan diulangi lagi pada
I Kor 15 : 1-11 khususnya ayat 1 dan 2 yaitu :
15:1 Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.
15:2 Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu — kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.

2. Kesaksian murid-murid Yesus
Murid-murid  Yesus 11 orang masih bergaul bersama Yesus sebelum hari kenaikan Yesus ke Surga.
Sewaktu Yesus disalibkan murid-murid Tuhan Yesus tercerai berai dan perasaan takut yang luar biasa.
Tetapi sesudah mereka menyaksikan kebangkitan Kristus mereka bersatu kembali dan dengan berani memberitakan injil sampai mereka ada yang dihukum.
Kesaksian Rasul Petrus :
I Ptr. 1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan
Yesus dua kali menampakkan diri kepada para rasul.
Yesus menampakkan diri kepada Rasul Paulus sewaktu perjalanan ke Damsyik.

3. Orang-orang yang menyaksikan kebangkitan Kristus

Yesus menampakkan diri lagi kepada lebih 500 orang pada waktu bersamaan seperti yang terjadi di Galilea. Inilah bukti bahwa Yesus benar- benar bangkit.
Kebangkitan Kristus adalah jaminan keselamatan bagi orang Kristen.
Seharusnya kita menyadari bahwa :
Walaupun kita telah berusaha untuk melakukan yang terbaik tetapi itu tidak cukup, kita tidak akan menemukan kesempurnaan dalam diri kita.
Apabila kita berpikir bahwa kita dapat menemukannya maka sesungguhnya kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran itu tidak ada pada kita.Jadi sangat mudah untuk memiliki pengertian yang keliru tentang tuntutan keselamatan itu.
Bagaimana kita yang mempunyai pengertian yang tepat tentang tuntutan keselamatan itu ? Apakah kita sudah terhindar dari keyakinan  keselamatan yang keliru ? jawabnya tidak.

Iblis pun mengetahui apa yang dituntut untuk mendapatkan keselamatan, dia tahu Juruselamat dunia, dia mengerti secara intelektual tentang keselamatan daripada kita manusia.
Masalahnya adalah:

  • Iblis tidak mempunyai kepercayaan secara pribadi kepada Yesus Kristus untuk keselamatannya,
  • Iiblis membenci Yesus yang adalah Juruslamat.

Kita dapat salah menilai diri kita sendiri apakah kita  telah memenuhi tuntutan keselamatan itu atau tidak.
Kita dapat berpikir bahwa :

  • Kita berpikir bahwa kita percaya kepada Kristus tetapi Kristus yang kita percaya bukanlah yang dinyatakan dalam Alkitab.
  • Kita berpikir bahwa kita sudah mengasihi Allah tetapi kenyataannya Allah yang kita kasihi itu adalah berhala.
  • Kita berpikir bahwa Allah itu hanya Maha kasih! padahal dia adalah Allah yang berdaulat,  ” Aku adalah Aku ”

Apakah kita mengasihi Allah yang mengirim manusia ke neraka ? Apakah kita mengasihi Kristus yang pada suatu hari nanti berkata : “Enyahlah engkau dari hadapanKu, Aku tidak pernah mengenal engkau ?” Apakah kita tidak lebih mengasihi materi, uang, kesenangan duniawi ?

Mungkin saja Allah yang kita percaya adalah orang lain, kita sangat tersihir oleh penampilan seseorang atau sesuatu organisasi / gereja  yang sangat memikat hati kita sehingga kita bertobat pada orang itu atau organisasi itu sebagai pengganti Kristus. Kita harus berhubungan langsung dengan Allah dan Kristus yang menyelamatkan itu. Menurut pandangan Alkitab bukan hanya mungkin kita memiliki keyakinan keselamatan yang benar melainkan juga merupakan kewajiban kita untuk berusaha memiliki keyakinan akan keselamatan itu.

Sebaliknya adalah kesombongan kalau kita tidak berusaha mencarinya. II Petrus 1:10-11
1:10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
1:11 Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus

Ada banyak orang Kristen yang telah diselamatkan tetapi tidak mempunyai keyakinan keselamatan itu. Apakah ruginya kalau kita tidak mempunyai keyakinan akan keselamatan itu ? Kalau kita tidak yakin akan anugerah yang kita terima, maka kita akan mudah diserang  oleh keraguan dan ketakutan didalam jiwa kita, mengakibatkan kita ragu-ragu berjalan bersama Kristus. Masih banyak orang yang berkeliaran yang tidak tahu bahwa suatu saat dia bertobat dan mengikut Kristus.
Tetapi suatu kebodohan kalau kita tidak tahu bahwa kita adalah yang terpilih itu. Tidak ada lagi pertanyaan yang lebih penting dari pada keyakinan akan keselamatan itu. Kalau saudara tidak yakin saudara harus berusaha untuk yakin jangan sekali kali beranggapan bahwa saudara tidak terpilih. Buatlah agar pilihan kita menjadi pasti.

Rasul Paulus sangat yakin akan keselamatannya : IITim 4:6-8 Bagaimana supaya kita seperti Paulus yang memiliki kepastian keselamatan.
Kepastian keselamatan didasarkan pada :
¨       janji-janji Allah.
¨       bukti-bukti internal dari diri kita.
¨       bukti-bukti external dari diri kita.

Apa contoh bukti internal itu:
Gampangnya jika seorang laki-laki dan seorang perempuan saling jatuh cinta tentu kita berasumsi bahwa mereka menyadari akan hal itu. Seorang biasanya dapat membedakan apakah dia jatuh cinta pada seorang atau tidak. Ini berdasarkan keyakinan secara internal.

Selain ada bukti yang internal, ada pula bukti yang external :
kita bisa melihat buah nyata dari pertobatan kita. Kita sendiri dapat menguji apakah ada perubahan yang nyata dalam tingkah laku kita.:
1. Menghasilkan kerendahan hati yang tulus
2. Memimpin pada ketekunan dalam kesucian
3. Mengevaluasi kehidupan dengan jujur
4. Merindukan untuk semakin memiliki persekutuan dengan Allah.

Keyakinan yang keliru :
1. Menghasilkan kesombongan rohani
2. Memimpin pada hidup yang sembarangan
3. Menghindari evaluasi yang sebenarnya
4. Dingin dan ogah2an terhadap persekutuan yang intim  dengan Allah

Ingat bahwa:

  1. Jaminan keselamatan adalah sangat vital bagi kita untuk kehidupan rohani kita
  2. Allah memanggil kita untuk memiliki keyakinan akan keselamatan daripadanya kita mendapat penghiburan  serta kekuatan.
  3. Kita bertekun bukan karena kekuatan kita tetapi karena anugerah Allah.

Kiranya  Allah memampukan kita agar kita percaya bahwa kita adalah anggota Kerajaan Allah, sehingga sukacita selalu menyertai kita. Amin.

Isai Mila                                                                       Ysm/25/04/04