• Desember 2014
    S S R K J S M
    « Sep    
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  

>“PEDOMAN HIDUP” Mzm 107:23-32

Apa yang Menjadi Pedomanmu dalam Menjalani Hidup ini?

Mazmur 107: 23-32

Khotbah

1.  Realita Pengalaman Hidup:

Pengalaman orang dilaut lepas adakalanya tidak dapat diprediksi oleh pelaut kadang laut tenang langit biru angin sepoi sepoi sungguh indah, pengalaman baik, tetapi adakalanya langit mendung guntur menggelegar yang membuat hati kecut, pengalaman buruk, tetapi adakalanya badai mengganas menghempas gelap dan hujan dan tidak ada harapan lagi, pengalaman jelek.
Demikian pula kehidupan manusia, kalau ditanya masing masing kita maka kita dapat berkata hidup saya sungguh baik adanya, Allah selalu menyertai keluarga kami, kami tinggal mengikuti Dia, Dia yang merencanakan semuanya, kami tinggal mengikutiNya, itu adalah pengalaman baik, tetapi mungkin ada juga kita berkata kehidupan keluarga kami sungguh melelahkan suami saya tidak sama pendapat kami, apalagi anak anak tidak mau dengar saya, semaunya sendiri, itulah pengalaman buruk. Mungkin juga kita berkata, kehidupan kami tidak ada lagi harapan suami saya sudah jarang pulang anak anak pergaulannya sungguh tidak dapat lagi saya control, semuanya tidak sesuai lagi dengan kehidupan Kristiani … dst. Itu adalah pengalaman jelek.
Ada tiga pengalaman hidup yang berbeda-beda: baik, buruk, dan jelek. Untuk menyimpulkan kehidupan seperti ini saya mau mengambil suatu analogi sbb :
Ada tiga orang mahasiswa kedokteran yang sama-sama pintar mendapatkan bea siswa dari satu perusahaan besar, disamping biaya kuliah ditanggung juga uang saku untuk biaya hidup sehari-hari dan jumlahnya untuk ukuran mahasiswa cukup.

Kenyataan dalam perjalanan kehidupan mereka adalah begini:

  1. Seorang mahasiswa tersebut dengan beasiswanya itu dia dapat memanfaatkannya dengan baik, dia dapat belajar dengan sungguh sehingga dia mempunyai prestasi belajar yang baik dan mendapat beasiswa lanjutan untuk menyelesaikan kuliahnya sampai dengan selesai, sekarang dia sudah dapat membantu keluarganya dari hasilnya bekerja. Kehidupannya dapat dikatakan baik, kalau dibandingan sengan gambaran pemazmur tadi keadaan dilaut cuaca baik angin sepoi sepoi, semuanya indah.
  2. Salah seorang dari mereka, karena uang yang diterimanya cukup banyak maka dia sering diajak teman-temannya untuk ngumpu-ngumpul, dia sering mentraktir teman-temannya sehingga waktu untuk belajar kurang dan hasilnya tidak baik dan prestasinya tidak cukup untuk mendapatkan beasiswa selanjutnya dan dia DO. Kehidupannya dikatakan buruk, kalau dilaut cuaca hujan gelap dan petir menggelegar.
  3. Yang satu orang sangat mengenaskan, cita-citanya yang semula menjadi dokter ahli bedah tetapi karena kecelakaan kena pisau pemotong rumput disamping jari jarinya terputus juga matanya terkena pecahan logam sehingga jarinya putus dan matanya buta. Maka pupuslah harapannya memenuhi cita-citanya sebagai dokter apalagi dokter bedah yang harus mengandalkan tangan. Kalau dilaut hal ini cuaca jelek, seperti badai mengamuk gelap tidak tahu arah kemana terhempas dari ketinggian kedasar laut tidak ada harapan lagi.

Artinya bahwa ada yang merasa baik, ada yang buruk dan ada yang jelek.

Bagaimana memahaminya keadaan seperti ini?.
Allah merancang sesuatu yang besar melaui kejadian ini baik, buruk dan jelek dapat dipakai Allah untuk kita menjadi alatnya. Dengan anugrah Allah yang luar biasa, Allah dapat mengambil pengalaman baik, pengalaman buruk maupun pengalaman jelek dalam kehidupan manusia, memakainya untuk membuat kita menjadi baik sesuai dengan rencanaNya, percaya itu… !

2. Apakah masih ada harapan bagi yang berpengalaman jelek?
Kembali ke pengalaman pemazmur bahwa ada badai yang mengerikan pertanyaannya apakah masih ada harapan ?
Sekarang apakah keadaan saudara menurut saudara pada kelompok yang  baik atau kelompok buruk atau kelompok yang jelek.
Kelompok yang manapun saudara tetapi yang penting bagaimanapun Allah mengenal kita satu persatu dengan baik secara lengkap mengetahui latar belakang kita masing masing, kekurangan kita kelemahan dan kelebihan kita Dia dapat memakai kita kelompok yang manapun kita. Kita harus menyadari bahwa Allah punya rencana dalam hidup kita masing masing, segala susuatu dalam hidup kita merupakan rencana dari Allah:

  • Kita diciptakan untuk sebuah rencana khusus dari Allah yang mengenal kita dengan baik karena itu dimanapun kita, walaupun kita belum menemukan rencana Allah marilah kita berhenti sejenak, merenung dan berkontemplasi melihat kebelakang dan mulailah mencari Nya.
  • Apapun yang terjadi dalam hidup kita apakah baik buruk atau jelek Allah dapat mengarahkan hidup kita demi kemuliaanNya. Tidak satupun kita ini yang tidak dapat dipakai Allah.

Walaupun kita merasa bahwa masa depan kita berkabut dan tidak tahu kemana Allah bawa tidak menjadi masalah. Mungkin kita sudah menyimpang terlalu jauh dari garis pelayaran yang benar. Mungkin kita sudah alpa dari persekutuan dengan Tuhan mungkin satu tahun atau bertahun tahun itu tidak menjadi masalah, mungkin kita sudah terlalu dalam masuk dalam lumpur dosa. Dari keadaan sejelek apapun, Alkitab menyaksikan bahwa Dia punya rencana untuk kita, walaupun kita jauh dari garis pelayaran yang benar semua ada rencana dari Allah, saudara harus percaya itu.

3.  Pengharapan dari Allah :
Ketika Allah mengembalikan kita kepada jalur pelayaran yang benar, Allah mau memberikan keyakinan akan adanya harapan. Hanya harapan yang dari Allah yang dapat membimbing kita mengharungi samudra kehidupan dan tiba pada pelabuhan tujuan yang sudah disiapkan Allah bagi kita.
Prasayarat kehidupan Kristiani adalah mempunyai pengharapan bahwa kemanapun kita apapun yang terjadi baik buruk jelek Allah beserta kita.

4. Apakah tandanya orang yang berpengharapan?.
Bagi orang yang tidak mempunyai harapan maka dalam dirinya timbul pertanyaan seperti berikut ini :

  • Apakah saya bisa menjadi seperti yang saya cita-citakan?
  • Apakah saya dapat melakukannya?
  • Apakah hidup saya akan menjadi lebih baik?

Kesimpulan bagi orang yang tidak berpengharapan lagi adalah: “percuma berharap” dengan berharap berarti mengharapkan yang tidak akan pernah didapat.
Bagi kita yang mempunyai pengharapan percaya bahwa Allah mempunyai rencana dalam hidup kita masing masing dan segala sesuatu yang ada dalam hidup saudara dan saya adalah bagian dari rencana Allah.
Dari mana datangnya pengharapan itu padahal kehidupan saya gelap belum tentu saya bisa menyelesaikan tugas saya dengan baik kepada anak-anak saya kepada istri saya kepada suami saya, kehidupan saya masih samara-samar.
Mari kita lihat pengalaman bangsa Israil ketika mereka dibuang di Babil karena pemberontakan mereka, sangat menyakitkan karena Babil bangsa yang penyembah berhala, penuh kejahatan, bukan tempat yang nyaman untuk hidup kesitulah mereka dibuang.
Pada saat mereka di pembuangan Allah memberikan kepada Yeremia suatu ayat yaitu Yeremia 29: 11 sbb.:

29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Alangakah manisnya hidup ini kalau rancangan Allah itu kita ketahui karena Allah berfirman : “rencanaKu bagimu bukanlah untuk kejahatan, rencanaKu adalah untuk kebaikan, aku memberi engkau harapan.

5. Apa Tujuan Hidupmu :
Tetapi bagi mereka yang tidak mempunyai harapan berkata : kemarin suram, hari ini gelap, besok juga mungkin badai tidak ada matahari sehingga tidak ada yang baik sehubungan dengan tujuan hidup saya, panggilan dan ketetapan Tuhan semuanya kelihatan tidak jelas.
Jadi kalau kita lelah tujuan kita tidak jelas, mengembara, terus dalam pencarian maka ayat diatas tadi akan memberi harapan.
Tetapi bagaimana saudara tahu Allah memiliki rencana untuk saudara ?
Tepat saat ini saya berdiri, dan saudara duduk kita masih bernafas dan masih hidup, artinya Allah masih mempunyai rencana bagi kita masing masing. Bahkan walaupun kita berlayar jauh melenceng dari arah garis pelayaran mungkin bertahun tahun, rencana Allah akan bisa tepat beroperasi ketika kita memutuskan untuk bangkit dan melangkah masuk kedalam kapal yang dinachodai Yesus.
Mungkin kita harus melihat posisi kita sekarang, meliihat tanda tanda dilaut lepas dimana pulau yang dilalui atau kalau malam kita perhatikan letak bintang ( artinya kita teliti firman Tuhan di alkitab ) kita masuk dalam jalur yang ditetapkan Kristus. Allah dapat menyesuaikan segala sesuatu dalam hidup kita.

6. Apa pedoman hidupmu ?
Saudara, mungkin kita telah keluar dari track yang benar, tidak sesuai dengan kehendak Allah  tetapi marilah bangkit dan kembali kepada jalur pelayaran yang benar yang dinakhodai oleh Nakhoda agung itu yaitu Yesus Kristus. Dengan ini saya mengajak kita untuk melakukan setidaknya 3 hal yang menjadi pedoman hidup kita berikut ini: 

1.    Berjalanlah dengan iman.
Bagaimana berjalan dengan iman ? Kalau kita menumpang kapal laut untuk suatu tujuan maka jika kita tahu tujuan kita itu benar, tahu syarat keberangkatan dan tiket ada ditangan  maka kita masuk didalam kapal itu dan kita serahkan semuanya kepada Nachoda untuk memimpin pelayaran.
Sesampainya dikapal kita tidak akan menanyakan kepada nahoda tombol mana yang dipakai untuk menghidupkan mesin, jalur yang mau ditempuh bahkan semuanya kita percayakan kepada ahlinya.
Seperti yang pernah kita lihat di TV seorang yang buta berjalan dengan anjing penuntunnya, bagi dia mungin semuanya gelap tetapi dari gerak gerik anjingnya dia tau kapan saatnya harus berhenti kapan harus berjalan bergerak kekiri atau kekanan dipercayakannya kepada anjingnya. Demikian juga ketika kita menyerahkan hidup kita kepada Yesus sang nakhoda Agung itu, percayakan saja seperti penumpang tadi dan rasakanlah tali penuntun seperti pemilik anjing itu agar komunikasi kita dengan Yesus tidak terputus.
Kadang kita tidak tau persis Yesus membawa kita kemana kadang seolah berhenti tidak maju, tapi kadang berjalan cepat tetapi lihatlah itu semua melalui iman kepada Nya.

2.    Jauhi dosa dan hiduplah menuju kekudusan.
Kalau kita menjalankan kapal maka kita menentukan jalur pelayaran yang ditetapkan, kita tentukan kecepatan berapa knot, kita perhitungkan arah angina, arus laut, cuaca dan kita jalan. Disuatu saat tertentu kita kembali koreksi arah pelayaran kita dengan membandingkan apa yang kita tempuh dengan peta yang harus kita lalui maka kita koreksi arah kapal kita agar kembali menuju arah tujuan.
Begitu pula ketika kita hidup didunia ini perlu suatu saat tertentu kita merenung kita berkontemplasi melihat apa yang sudah kita lakukan apa yang belum jika ada kekurangan ataupun kesalahan kita lakukan koreksi artinya setiap saat tertentu perlu kita memperbaiki diri sehingga hidup kita hanya tertuju kepada. Bercerminlah selalu kepada firman Tuhan yang tertera jelas didalam Alkitab.

3.      Hiduplah  menjadi berkat bagi orang lain.
Carilah kesejahteraan bagi orang lain, temukan agar saudara menjadi saluran berkat bagi orang lain, dengan saudara menjadi berkat bagi orang lain saudara sendiri diberkati. Saudara mempunya tugas kepada saudara sekapal yang nachodanya adalah nahoda Agung berbuatlah bagi saudaramu diatas kapal itu membantu melayani barangkali saudaramu haus lapar atau perlu didampingi dalam kesulitannya. Jangan lihat besar yang dapat kau berikan lakukanlah yang kecil kecil terlebih dahulu sebelum kau dapat melakukan lebih besar.
Jika saudara sudah masuk kapal dengan nahoda agung Yesus Kristus dan melihat perjalanan itu bukan dengan mata tetapi dengan mata iman serta melakukan koreksi diri dari kesalahan  serta berusaha menjadi berkat bagi saudaramu yang lain niscaya saudara akan memuji Tuhan:
”Pujilah Tuhan hai para pelaut yang mengharungi lautan luas engkau akan sampai ke pelabuhan tujuanmu dengan selamat”.
Pujilah Tuhan hai jiwaku, aku akan selamat sampai di pangkuan-Mu. Amien
                                                                              Ysm/08/12/2007

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.