• Desember 2014
    S S R K J S M
    « Sep    
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  

>“APAKAH IBADAH YANG SEJATI ITU” Mzm 50:1-15

“APAKAH IBADAH YANG SEJATI ITU”

Mazmur 50:1-15

1.  Kapan hidupmu terasa lebih bersemangat, bergairah dan bersukacita ?

Ada orang bilang hidup ini bagai air mengalir disungai, akan mengalir begitu saja, akhirnya sampai juga kelaut. Jalani saja sesuai dengan kehendak Yang Diatas,  ada nada pasrah dan pesimis.Tetapi sebenarnya hidup kita itu besemangat dan bergairah ketika hidup kita punya sasaran, ketika kita mempunyai motivasi, ketika kita punya harapan:

  • Sebagai anak, ketika kita mempunyai idealisme atau cita-cita ingin menyenangkan orang tua maka kita rajin belajar, membantu pekerjaan orang tua sesuai dengan umur kita.
  • Sebagai kekasih, kita bersemangat untuk menyenangkan pujaan hati kita, untuk apel malam minggu, hujan gerimis tidak menjadi halangan, hanya untuk menyenangkan pujaan hati.
  • Ketika kita punya keluarga, punya istri, punya suami, punya anak, kita ingin membahagiakan mereka, kita mau bekerja keras untuk menghasilkan yang dapat menyenangkan hati mereka.

Dalam motivasi itulah kita bersemangat, dan bergairah, kita berbakti kepada orang tua, kepada kekasih, kepada keluarga, kepada bangsa dan kepada Tuhan.
Hidup menjadi berarti kalau kita membaktikan diri kepada sesuatu, atau seseorang atau kepada Tuhan.
Apa artinya berbakti kepada Tuhan ? Kita berbakti kepada Tuhan artinya: “Kita beribadah kepada Tuhan”.

2.   Hidup menjadi sebuah ibadah.
Hidup ibarat proyek, ada awal ada akhir, kita adalah pemimpin proyek itu, kita diberi wewenang untuk memanage proyek itu dengan panduan bestek yang diberikan oleh owner/pemilik proyek itu. Kalau ada awal maka ada akhir dari proyek itu itulah sebabnya dia disebut proyek. Diantara durasi awal dan akhir itu kita berkarya, membangun, tentu kita butuh rancangan yang mau dibangun oleh pemilik, mau jadi apa yang kita bangun kita sesuaikan dengan keinginan owner. Sama halnya dengan kehidupan ada awal dan ada akhir kehidupan didunia ini. Ada serah terima, ketika kita diberi kehidupan, sampai kita menyerahkan kehidupan ini kembali yaitu ketika kita meninggalkan dunia ini, diantara itu kita berbakti, kita beribadah kepada Tuhan, sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan Tuhan didalam bestek yaitu Alkitab, jangan kita kurangi/korupsi sesuai keinginan kita. Kita harus setia mengikuti spesifikasi yang ada. Didalam berkarya itulah kita  bersemangat bergairah didalam hidup ini.

3. Apakah Ibadah itu ?
Di kitab Kejadian dan Keluaran kita  tahu sudah ada ibadah walaupun itu ibadah pribadi, dimana para bapak leluhur percaya bahwa Tuhan dapat disembah ditempat manapun Dia pilih untuk menyatakan diriNya. Yang ingin kita renungkan saat ini adalah ibadah umat yaitu ibadah yang dilakukan secara bersama-sama. Ibadah umat Israel di PL dilakukan di kemah pertemuan dan Bait suci yang menekankan tata upacara ibadat yang utama dan erat hubungannya dengan persembahan korban. Seperti pencurahan darah, persembahan korban : korban bakaran, korban sajian, korban keselamatan, korban penghapusan dosa dll., pembakaran kemenyan, penyampaian berkat imamat.Ibadah ini sangat menekankan dari segi upacaranya sehingga mengurangi segi rohaninya. Kita perhatikan: Ayat 9-13  Mereka memberikan binatang korban kepada Nya…, . Seolah olah Ia sangat membutuhkan korban tersebut, Allah mengumumkan ketololan pandangan ibadah seperti itu sebab sesungguhnya segalanya adalah milik Tuhan. Seolah olah bila diatas mezbah tersedia korban persembahan maka Tuhan sudah senang, bereslah semua urusan dengan Tuhan. Perhatikan ayat 14: Ibadah adalah Persembahan syukur. Maz. 50:14 Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah, …

4. Persembahan Syukur:
Persembahan pada Gereja abad I berkaitan erat dengan perjamuan (waktu itu belum dipisahkan anatara perjamuan kudus (ekaristi ) dengan perjamuan kasih (agape). Prinsip utama waktu itu adalah diakonal. Pada PL Pada ibadah Yahudi, memberi persembahan supaya mendapat pahala, supaya dibalas dengan kekayaan, keselamatan, kesehatan, keberhasilan dll. Prinsip mereka “ Aku memberi supaya aku diberi” kalau begitu seolah-olah Tuhan membutuhkan persembahan kita. Nama Tuhan sering kita sebut-sebut dalam persembahan seakan-akan Tuhan menginginkan dan memerlukan uang kita. Sebenarnya Tuhan adalah pemilik segalanya kenapa kita merasa membantu pekerjaan Tuhan.

Menurut Paulus 2 Kor 8:13-15 Prinsip persembahan adalah:

  • Kita memberi karena kita sudah diberi
  • Kelebihan kamu mencukupkan mereka

Menurut Yesus Mrk 12:41-44 , “memberi dari keterbatasan seperti pemberian janda miskin”.

Yang menjadi renungan kita :
1. Apa yang menjadi motivasi dibalik persembahan kita? Kita bilang “korban syukur yang harum ……” padahal “kita mengharapkan nama kita yang harum.….  “
2. Bagaimana menggunakan hasil persembahan? Gembala bilang “ Persembahan untuk mezbah Tuhan… “ padahal “  diapakai untuk bersenang-senang… “

Bukan seremonialnya (kebiasaan) yang dipentingkan  dalam ibadah tetapi ibadah dengan segenap hati, ucapan syukur dan iman disertai dengan perbuatan baik. Karena itulah ikatan perjanjian kita kepada Tuhan melalui darah Kristus yang ditumpahkan demi dosa kita. Ibadah adalah ungkapan rasa dekat, rasa mesra dan rasa cinta kepada Yesus ( lihat Yoh 12 : seorang wanita mencurahkan minyak narwastu murni yang mahal kepada Yesus )

Ibadah adalah ketaatan total kepada Allah (perhatikan syair kesaksian pujian dibagian akhir nanti). Ajaran Yesus:  Selalu menekankan bahwa ibadat adalah sungguh sungguh kasih hati terhadap Bapa Sorgawi. Kalau demikian maka ibadat yang sebenarnya adalah pelayanan yang dipersembahkan kepada Allah tidak hanya di Bait suci tetapi dalam arti sesama.

Perhatikan ajaran Tuhan Yesus di: Yak 1:27 Ibadah yang murni dan tak bercacat dihadapan Allah , Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga dirinya sendiri tidak dicemarkan dunia.
Sungguh jelas apa yang dimaksudkan Tuhan Yesus tentang Ibadah bukan? Jadi ingat bahwa :

Hidup <(bergairah, bersemangat, sukacita)→ berbakti → beribadah → bersyukur → pelayanan sesama >

Ingat firman Tuhan Yesus ( Yak 1:27) :

”Ibadah Sejati adalah Pelayanan kepada Sesama”.

Perhatikan syair lagu PKJ 264 dan kita nyanyikan:

“Apalah Arti Ibadahmu”

Apalah arti ibadahmu kepada Tuhan
bila tiada rela sujud dan sungkur ?
Apalah arti ibadahmu
bila tiada tulus dan syukur

R/
Ibadah sejati jadikanlah persembahan
ibadah sejati kasihilah sesama
Ibadah sejati yang berkenan bagi Tuhan
jujur tulus ibadah murni bagi Tuhan

Marilah ikut melayani orang berkeluh
agar iman tetap kuat serta teguh
itulah tugas pelayanan, juga panggilan
persembahan yang berkenan bagi Tuhan

R/

Berbahagialah orang yang hidup beribadah
yang melayanani orang susah dan lemah
dan penuh kasih menolong orang yang terbeban
Ibadah tanggung jawab orang beriman.
R/

Syair dan lagu : Mercy Tampubolon–Tobing

Isai Mila                     Ysm/11/08/04

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.